Presiden Terima PBNU Terkait Rencana Muktamar
NU Online · Kamis, 26 Februari 2015 | 13:59 WIB
Bogor, NU Online
Presiden Joko Widodo Kamis(26/2) siang menerima Pengurus Besar Nahdatul Ulama di Istana Bogor. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Presiden menerima laporan mengenai rencana penyelenggaran Muktamar NU pada Agustus mendatang.
<>
"Presiden sangat menyambut baik dan mendukung dan mendoakan muktamar sukses dan berhasil, keputusan-keputusannya bermanfaat untuk bangsa dan umat Islam," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada wartawan usai diterima Presiden di Kompleks Istana Bogor.
Said Aqil Siroj mengatakan Presiden selain menyambut baik juga mengatakan banyak hal yang bisa dibicarakan mengenai kebangsaan dan juga kemajuan umat.
"Harapan beliau NU bisa menjadi benteng Islam yang moderat, Islam yang ramah dan santun," katanya.
Said Aqil menjelaskan Muktamar akan dilangsungkan di empat pesantren masing-masing Tebu Ireng, Tambak Beras, Denanyar, dan Rejoso.
Dia menjelaskan, target dari kegiatan tersebut adalah mengembalikan dan mengokohkan kembali peradaban Islam sebagai pondasi keberlangsungan NKRI.Â
"Jadi Islam yang berbudaya yang beradab," katanya.
Menurutnya, juga ada pandangan mengenai gerakan radikal, NU mengatakan pihaknya sangat anti hal tersebut.
"Kita tegas dari dulu bahwa NU tegas anti radikalisme. Siapapun yang menggunakan kekerasan atas nama agama Islam salah," tegas Said Aqil Siroj.
Menurut ketua Umum PBNU, sejumlah negara Islam meminta pada Presiden agar Indonesia berada di garis depan dalam melawan ISIS dan melawan radikalisme.
Said Aqil Siroj didampingi oleh Ketua Panitia SC Muktamar Slamet Effendy Jusuf dan juga Wakil Ketua Umum PBNU Asad Said Ali. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua