Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengungkapkan penyebab matangnya demokrasi di Indonesia karena sistem negara tersebut dibangun berdasarkan nilai nilai yang diajarkan Alqur'an. Menurutnya, demokrasi yang ditekankan para ulama Indonesia adalah demokrasi yang beradab, berbudaya dan berakhlak.Â
Kiai Said menuturkan, percuma bangsa Indonesia berpolitik, bernegara bahkan beragama jika tidak berbudaya, tidak berakhlak dan tidak berperadaban.Â
âNilai sebuah bangsa adalah akhlak dan budayanya ketika akhlak dan budayanya hancur, maka hancurlah nilai martabat bangsa tersebut. Bukan hanya ekonomi atau senjata atau tekhnologinya," kata Kiai Said saat mengisi tausiah di Multaqo Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim di Hotel Kartika Chandra di Jl Gatot Subroto Kav 18 Jakarta Selatan, Jumat (3/5) malam.Â
Menurut Kiai Said, demokrasi jangan dipahami sebagai kebebasan yang berlebihan tanpa memperhatikan rambu-rambu dan batasan tertentu. Sebab, demokrasi bukan menekankan pada aspek prosedural semata. Demokrasi jangan sampai tidak berorientasi pada nilai-nilai luhur dan tidak mengedepankan kepentingan masyarakat banyak.Â
Ia menjabarkan, demokrasi yang diharapkan semua elemen bangsa adalah yang mengacu pada prinsip menjaga keutuhan bangsa, menciptakan keadilan dan memberikan kesejahteraan pada masyarakat luas.Â
"Prinsip demokrasi harusnya mampu menjaga kutuhan bangsa menciptakan keadilan dan memberikan kesejahteraan pada rakyat," kata Profesor bidang tasawuf ini.Â
Disisi lain, demokrasi yang hadir di Indonesi harus menekankan pada kebersamaan dengan memperhatikan prinsip permusyawaratan, perwakilan, dan kemufakatan.Â
"Yang mencerminkan keragaman bangsa dan tidak semata berdasarkan mekanisme pemilihan one man one vote," tuturnya.
Paling penting, lanjut Kiai asal Cirebon ini, demokrasi harus menjamin kepercayaan kepada Allah Yang Maha Kuasa. Jika prinsip tersebut sudah dijunjung tinggi masyarakat Indonesia maka demokrasi itulah yang akan menjadi dambaan semua elemen bangsa.Â
Seperti diketahui, kemarin malam telah dihelat Multaqo Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim. Kegiatan itu dihadiri ribuan ulama sepuh, habaib dan cendekiawan muslim dari seluruh Indonesia. Antara lain Mustasyar PBNU, KH Maemun Zubair, KH Nasaruddin Umar, KH Ahmad Muwafiq, Abuya Muhtadi, TGH Turmudzi Badruddin, Nyai Sinta Nuriyah Wahid, KH Ahmad Muwafiq, KH Manarul Hidayat, KH Matin Syarkowi, KH Bunyamin, KH Maimeon Ali, KH Noer Muhammad Iskandar dan ribuan kiai-habib lainnya. Kegiatan diinisiasi oleh Mbak Maimoen Zubair dan Habib Lutfi Bin Yahya dalam rangka menguatkan peran ulama untuk kemaslahatan bangsa. (Abdul Rahman Ahdori/Aryudi AR)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua