Jakarta, NU Online
Nasib petani di republik ini masih memprihatinkan. Padahal, isu tentang kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan, selalu āseksiā. Pasalnya, jika ada ada investasi asing di Tanah Air tentang pangan dipastikan selalu ramai.<>
Demikian disampaikan Ketua PBNU bidang perekonomian Prof KH Maksom Mahfudz saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional āMenyoal Ekonomi Kerakyatan dan Kedaulatan Pangan di era Jokowiā di lantai 5 Gedung PBNU Jl Kramat Raya 164 Jakarta, Rabu (1/7).
āKalau ada investor asing yang mau ada investasi di Tanah Air soal pangan, pasti ramai. Karena soal pangan ini selalu seksi. Sayangnya, kita tak bisa mengawalnya dengan baik. Katanya swasembada (pangan), kok masih impor,ā tegasnya.
Menurut Maksum, pemerintah harus menekan kelangkaan pupuk yang selama ini menjadi persoalan petani. āBagaimana bisa meningkatkan pangan jika pupuk nggak ada,ā sergahnya.
Sejak zaman dahulu, tambahnya, Hadratusy Syaikh KH M Hasyim Asyari memperhatikan persoalan pangan dengan cara membangun syirkah muāawwanah, Nahdlatut Tujjar, dan sebagainya. āMbah Hasyim selalu mengingatkan bahwa manusia itu bersekutu dalam tiga hal air, pangan, dan energi,ā ungkapnya.
Menurutnya, sebagai pimpinan ormas keagamaan, ia tentu tidak rela adanya inpres (instruksi presiden) ābodongā tentang beras miskin. āJokowi kan menandatangani inpres bodong. Kalau raskin ini oke, semua beres,ā tegasnya.
Bagi Mahfudh, beras miskin yang dipanen petani sudah diambil Badan Logistik Nasional (Bulog). āNah, ada nggak tetangga kita yang terima raskin, nggak ada. Justru yang diterima itu rasnguk (beras penguk) dan berkutu. Itu yang mereka terima,ā tandasnya.
Karena raskin tidak dimakan, lanjutnya, dampaknya beras naik. Akhirnya terjadi inflasi. āDan ini dampaknya luar biasa. Kita tau, kontribusi beras dalam pangan 20 persen. Janganlah petani diinjak-injak terus,ā tegasnya.
Ia berharap, pemerintah merombak tata kelola pangan. Ia lalu mengutip kaidah Fiqih, tasharruf al-imam ala alā-raiyyah manuthun bi al-mashlahah. (Kebijakan pemerintah atas rakyatnya didasarkan pada aspek kemaslahatan). āPemerintah saya harap melakukan perombakan atas tata kelola pangan,ā pungkasnya. (Musthofa Asrori/Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menjadi Teladan yang Dikenang Sepanjang Zaman
2
Khutbah Jumat: Menyeimbangkan 5 Unsur Utama dalam Diri Manusia
3
Khutbah Jumat: Makna dan Keutamaan Membaca Basmalah
4
Nyak Sandang, Penyumbang Pesawat Pertama RI Asal Aceh Wafat, PWNU Aceh Tegaskan Warisan Keikhlasan
5
Amerika Serikat dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Selama Dua Pekan
6
Khutbah Jumat: Zakat, Jalan Menuju Masyarakat Adil dan Peduli
Terkini
Lihat Semua