Prof Quraish Shihab Jelaskan soal Cemburu dan Curiga dalam Kehidupan Keluarga
NU Online · Senin, 26 April 2021 | 10:35 WIB
Syifa Arrahmah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Cendekiwan Muslim Profesor Muhammad Quraish Shihab, dalam tayangan Shihab & Shihab, Ahad (25/4), mengisahkan saat Nabi diliputi kecemburuan kepada saudara sepersusuan Sayyidatina Aisyah RA, yang kemudian hal tersebut disadari oleh Aisyah.
"Ini saudara sepersusuan saya. Kemudian kecemburuan Nabi tercetus melalui komentar beliau, ya kalian hati-hati lah mengambil sepersusuan atau tidak, karena itu ada syaratnya jangan sampai tidak memenuhi syarat," terang Prof Quraish menceritakan.
Menurut Prof Quraish, pengakuan kecemburuan Nabi merupakan indikator kecintaan seorang suami kepada pasangannya. Berbeda dengan curiga, cemburu itu dianjurkan untuk memupuk sebuah keharmonisan dalam rumah tangga.
"Curiga itu beda dengan cemburu. Curiga itu ada sisi negatifnya, cemburu itu bisa melahirkan sisi positif," kata Mufasir kebanggaan Indonesia ini.
"Cemburu itu air yang bisa menyuburkan tumbuhan, kalau Anda tidak cemburu berarti cintanya layu," sambungnya.
Dalam kehidupan berumah tangga banyak ditemukan perbedaan pendapat atau hal-hal baru yang tidak disukai pada pasangan baik istri maupun suami. Tetapi, menurut Prof Quraish, sudah semestinya setiap pasangan menyikapi hal yang demikian itu dengan penuh kebijakan.
"Salah satu yang mutlak dimiliki oleh pasangan suami-istri. Pertama, bahwa mereka itu beda jangan paksakan kehendak Anda. Perbedaan itu bukan karena perempuan atau laki-laki, tapi ada kecenderungannya yang berbeda dengan kita, ada keinginannya yang berbeda dengan kita," tuturnya.
"Nah, rahasia hidup berumah tangga adalah upaya mendekatkan (perbedaan) ini, sehingga mencari titik temu di tengah," imbuhnya.
Kemudian, Penulis Buku Pengantin al-Qur'an ini menyampaikan bahwa bukan hanya saling percaya yang menjadi kebutuhan dalam rumah tangga, namun, saling mengalah pun menjadi sebuah keniscayaan yang dapat mengantarkan pada titik terang.
"Masing-masing mundur selangkah untuk bertemu, sebab, segala teka-teki jawabannya adalah cinta," ungkap Prof Quraish mantap.
Kontributor: Syifa Arrahmah
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua