Nasional

Quraish Shihab dan Ketum PBNU Serukan Perdamaian

NU Online  ·  Rabu, 11 Maret 2026 | 14:04 WIB

Jakarta, NU Online

 

Pakar Tafsir Al-Qur'an Prof Muhammad Quraish Shihab menyerukan perlunya memperjuangkan perdamaian di dunia ini. Hal tersebut menjadi pesan inti dari Nuzulul Qur'an.

 

“Allah mewajibkan kita mewujudkan kedamaian. Kedamaian bermula dari jiwa kita, lalu keluar ke tengah masyarakat,” katanya saat Peringatan Nuzulul Qur'an 1447 H di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Selasa (10/3/2026).

 

Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an menggambarkan Lailatul Qadar sebagai malam yang penuh damai hingga terbit fajar. Namun, makna fajar yang dimaksud tidak sekadar fajar hari berikutnya, melainkan simbol kehidupan manusia yang berlanjut hingga akhirat. Sebab, perdamaian merupakan dambaan seluruh manusia dan juga seluruh agama. Bahkan Al-Qur’an mendorong umat Islam untuk menerima ajakan damai, termasuk dari pihak yang sebelumnya bermusuhan.

 

“Sedemikian penting kedamaian ini, sampai-sampai Al-Qur’an menyatakan, apabila musuh mengajak kamu untuk berdamai, maka terimalah perdamaian itu,” kata Menteri Agama periode tahun 1998 itu.

 

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an memberikan petunjuk menuju berbagai jalan kedamaian. Jalan-jalan itu pada akhirnya akan mengantarkan manusia menuju jalan lurus.

 

“Melalui Al-Qur’an, Allah memberi petunjuk ke jalan-jalan kedamaian. Dari jalan-jalan itu manusia diantar menuju al-sirath al-mustaqim,” ujarnya.

 

Hal demikian menjadi tanda pentingnya membangun budaya salam dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Karenanya, Rasulullah menganjurkan umat Islam menyebarkan salam kepada siapa pun.

 

“Sabda Nabi, berikanlah salam kepada yang Anda kenal maupun tidak kenal, karena semua membutuhkan kedamaian,” ujarnya.

 

Senada, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf juga menyerukan pesan perdamaian di tengah kecamuk perang yang terjadi di wilayah Timur Tengah. Menurutnya, perang harus berhenti.

 

"Kita ndak punya pilihan selain berjuang sekuat tenaga supaya damai, berhenti perang, berhenti, berhenti, berhenti perang, berhenti, damai sekarang. Tidak ada alternatif lain," kata Gus Yahya sebagaimana dilansir Kumparan pada Kamis (5/3/2026).

 

Sebab, menurutnya, jika tidak begitu, tidak ada yang selamat. Kekerasan ini harus berhenti segera dengan cara apa pun yang mungkin, termasuk melalui Board of Peace yang Indonesia terlibat di dalamnya. Hal itu harus dimanfaatkan untuk mendorong perdamaian. Ia menekankan bahwa semua sektor harus dimanfaatkan semaksimal mungkin demi tercapainya perdamaian.

 

Gus Yahya juga menegaskan perlunya Indonesia mengambil peran dalam upaya deeskalasi dan mewujudkan perdamaian melalui BoP itu. "Semua itu nantinya bisa menjadi instrumen untuk menjadikan BoP ini justru wahana mendorong deeskalasi dan perdamaian dari perang yang sekarang terjadi terkait dengan Iran itu," ujarnya sebagaimana dilansir kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang