Rahasia Kedisiplinan Almarhumah Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Menjaga Padatnya Aktivitas
NU Online · Kamis, 8 Oktober 2026 | 13:00 WIB
A. Syamsul Arifin
Kontributor
Jombang, NU Online
Putri almarhum KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab), almarhumah Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid dikenal luas sebagai aktivis dan ulama perempuan progresif yang mendedikasikan hidupnya untuk pengabdian.
Jejak khidmahnya di Nahdlatul Ulama (NU) terentang panjang, mulai dari Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Fatayat, Muslimat, hingga dipercaya sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Putri tunggal almarhumah, Hj Ulfah Mashfufah, membeberkan kisah di balik ketahanan dan semangat berorganisasi sang ibu. Menurutnya, kunci utama sepak terjang almarhumah terletak pada niat pengabdian dan kedisiplinan waktu yang ketat.
"Almarhumah Ibu Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid dikenal memiliki spirit berorganisasi yang luar biasa karena menganggap organisasi sebagai media pengabdian, bukan sekadar tempat mencari posisi," ujar Ning Ulfah, sapaannya, kepada NU Online, Rabu (7/10/2026).
Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini menjelaskan, konsistensi dan sifat inklusif menjadi hal yang paling dikenang dari jejak perjuangan almarhumah.
Kepemimpinan perempuan di mata almarhumah bukanlah bentuk persaingan dengan laki-laki, melainkan sarana untuk melengkapi dan memberdayakan masyarakat, khususnya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak.
"Keberanian beliau menyuarakan isu-isu sosial dan keperempuanan dengan tetap memegang teguh akidah dan akhlakul karimah menjadi warisan spirit yang paling membekas bagi generasi penerus," jelasnya.
Disiplin Waktu
Meski usianya tak lagi muda, Nyai Machfudhoh tetap aktif menjalani mobilitas tinggi dengan menempuh perjalanan Jombang-Jakarta atau sebaliknya. Belum lagi menghadiri sejumlah undangan untuk kepentingan dakwah di berbagai daerah.
Pada saat yang sama, almarhumah tetap mengasuh santri di Pondok Pesantren Putri Al-Lathifiyah 1 Tambakberas, Jombang, serta membina berbagai kegiatan keagamaan.
Kedisiplinan membagi waktu menjadi fondasi utama almarhumah dalam menjaga seluruh aktivitasnya. Ning Ulfah menuturkan bahwa ibundanya menerapkan skala prioritas dan manajemen energi yang tertata.
"Saat berada di Jombang, fokus beliau sepenuhnya untuk mengasuh santri, mengajar, dan mengurus keluarga. Sedangkan saat bertolak ke Jakarta atau daerah lain untuk urusan organisasi dan dakwah, beliau menjalankannya dengan disiplin jam yang ketat tanpa menunda agenda," tutur Ning Ulfah.
Di samping manajemen waktu harian untuk keperluan organisasi dan dakwah, almarhumah selalu menjaga shalat di awal waktu dan konsisten membaca wirid harian. Menurut Ning Ulfah, hal tersebut menjadi rutinitas yang tidak pernah ditinggalkan di tengah padatnya jadwal mobilitas antarkota.
"Hal inilah yang menjadi sumber kekuatan fisik dan spiritual beliau dalam menjalani mobilitas Jombang-Jakarta yang amat padat," tegasnya.
Mengasuh Pesantren dengan Keteladanan
Ning Ulfah menyampaikan, metode pengajaran almarhumah di pesantren menekankan pendekatan keteladanan. Almarhumah mengajar dan mengasuh dengan kehangatan seorang ibu, mendengarkan keluh kesah santri, tetapi tetap memiliki wibawa dan ketegasan.
Ada tiga hal utama yang selalu ditekankan almarhumah sebagai bekal hidup para santri. Pertama, menjadikan Al-Qur'an dan pemahaman agama sebagai fondasi dalam berpikir dan bertindak. Kedua, bagi santri perempuan, agar selalu menjadi perempuan yang berilmu, mandiri, berani bersuara, dan berkontribusi bagi masyarakat. Ketiga, kepintaran tidak ada artinya tanpa keikhlasan untuk berkhidmah kepada agama, masyarakat, dan bangsa.
"Dari semua itu, almarhumah sering menguatkan kepada para santri untuk melakukan riyadhah sebagai fondasi dan pegangan nanti di masyarakat. Dan yang sering disampaikan adalah membaca Burdah (Huwal Habib) dan Shalawat Nariyah," tandas Ning Ulfah.
Terpopuler
1
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
2
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
3
Kemenag Buka Pelatihan Ekoteologi 2026, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
4
Kemenag Buka Lima Program Non-Degree 2026, Pendaftaran 5-12 Oktober
5
Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Pelita Keteladanan Sang Bu Nyai, Ahli Riyadhah, dan Politisi
6
UU Satu Data Indonesia Disahkan, Transfer Data ke Luar Negeri Wajib Persetujuan DPR
Terkini
Lihat Semua