Rais Aam PBNU Ajak Pengurus Jaga Kebersamaan dalam Menjalankan Roda Organisasi
NU Online · Kamis, 8 Oktober 2026 | 10:30 WIB
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi Nahdlatul Ulama (NU) masa khidmah 2026–2031.
Hal tersebut disampaikan KH Miftach dalam Sosialisasi Hasil Muktamar Ke-35 NU bersama jajaran pengurus NU, mulai dari PWNU hingga PCNU, yang digelar secara hybrid dari Gedung PBNU, Jakarta Pusat, dan daring melalui Zoom, Rabu (7/10/2026).
KH Miftach menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum penting karena menjadi pertemuan awal seluruh jajaran pengurus setelah susunan kepengurusan PBNU periode 2026–2031 diumumkan.
"Sebuah anugerah bagi kita semuanya, pada sore hari ini kita bisa bertemu walaupun melalui Zoom. Ini adalah perdana pertemuan kita dengan semua para pengurus mulai dari tingkat PBNU sampai ke PCNU," ujar KH Miftach.
Menurutnya, berkumpul dalam satu jam’iyyah merupakan nikmat yang patut disyukuri. Ia menilai kekuatan NU tidak hanya terletak pada jumlah anggotanya, tetapi juga pada kemampuan jam’iyyah tersebut menyatukan hati dan menghimpun kekuatan umat.
Ia kemudian mengutip pernyataan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, bahwa hadirnya NU sebagai sebuah anugerah besar dari Allah swt. "Syaikhul Akbar Hasyim Asy’ari, beliau menyatakan bahwa Inna haadzihil jam’iyyah nikmatun ‘azhiimah. Jamiyah ini adalah sebuah nikmat yang besar, anugerah yang besar dari Allah swt," tuturnya.
Lebih lanjut, KH Miftach menjelaskan bahwa keberadaan sebuah jam’iyyah akan melahirkan aturan dan kepemimpinan yang di dalamnya melahirkan ketaatan. "Sebab pertemuan, perkumpulan, jamiyah ini akan melahirkan aturan-aturan, pemimpin-pemimpin, yang di situ pun melahirkan ketaatan-ketaatan, ittibaa’," katanya.
Namun, ia menekankan bahwa ittiba’ yang dimaksud adalah mengikuti sesuatu yang terbaik, alladziina yastami‘uunal-qaula fa yattabi‘uuna ahsanah. "Dari sekian hal-hal yang baik, maka yang terbaik itulah yang diikuti," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya tersebut.
KH Miftach berharap jajaran pengurus yang telah disusun dapat memperoleh dukungan dari seluruh tingkatan kepengurusan NU, termasuk PWNU dan PCNU. Ia mengatakan susunan kepengurusan PBNU masih akan dilengkapi dengan jajaran lembaga dan badan.
"Kami mengharapkan di kepengurusan yang cukup besar yang baru saja diumumkan, dan di sini nanti akan ditambah oleh susunan-susunan lembaga dan badan, dan semua mendapat dukungan dari PW, PC seluruhnya, ini membuka lembaran baru," ungkapnya.
KH Miftach berharap para muassis (pendiri) NU dapat melihat perjalanan organisasi ke depan dengan rasa gembira karena amanah kepengurusan berada di tangan para penerusnya.
"Ingin agar para muassis senang dan gembira di saat bendera Nahdlatul Ulama ada di tangan kita semuanya," katanya.
Ia pun meminta seluruh jajaran PCNU dan PWNU memberikan dukungan terhadap kepemimpinan yang telah terbentuk untuk menjalankan khidmah NU selama periode 2026–2031.
"Oleh karena itu, mohon semuanya apa yang sudah terjadi dan kepemimpinan yang sudah tersusun, mohon dukungan sepenuhnya di dalam khidmah kita di masa khidmah 2026–2031 ini," tegasnya.
Terpopuler
1
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
2
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
3
Kemenag Buka Pelatihan Ekoteologi 2026, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
4
Kemenag Buka Lima Program Non-Degree 2026, Pendaftaran 5-12 Oktober
5
Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Pelita Keteladanan Sang Bu Nyai, Ahli Riyadhah, dan Politisi
6
UU Satu Data Indonesia Disahkan, Transfer Data ke Luar Negeri Wajib Persetujuan DPR
Terkini
Lihat Semua