Nasional Muktamar Ke-35 NU

Ramaikan Muktamar Ke-35 NU, Fatayat NU Bedah Novel Hingga Nobar

NU Online  ·  Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Ramaikan Muktamar Ke-35 NU, Fatayat NU Bedah Novel Hingga Nobar

Flyer bedah film dan novel oleh Fatayat NU. (Ilustrasi).

Jombang, NU Online
Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) menghadirkan sejumlah kegiatan dalam rangka menyemarakkan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Melalui rangkaian FATAYAT NU CONNECT 2026, Fatayat NU menggelar kegiatan keagamaan, pemberdayaan ekonomi, penguatan perlindungan perempuan dan anak, hingga literasi dan perfilman.

 

Pj Ketua Umum PP Fatayat NU Dewi Winarti mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi Fatayat NU dalam menyemarakkan momentum Muktamar sekaligus menghadirkan isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kegiatan dirancang tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga ruang penguatan peran perempuan NU dalam berbagai bidang.

 

“Fatayat NU ingin hadir dalam Muktamar dengan membawa semangat khidmah yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penguatan peran perempuan, perlindungan anak, pemberdayaan ekonomi, dan kehidupan sosial yang lebih baik,” ujar Dewi di Jombang, Rabu (26/8/2026).

 

Salah satu agenda utama FATAYAT NU CONNECT 2026 adalah Gathering Perempuan NU untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pesantren bertema “Bersama Membangun Pesantren yang Aman, Ramah Perempuan dan Anak”. Kegiatan ini dijadwalkan Jumat (28/8/2026), pukul 08.00–11.00 WIB, di Pondok Pesantren Al-Amanah II, Jombang, dengan peserta sekitar 150 orang.

 

Dewi menjelaskan, gathering tersebut mempertemukan pimpinan dan kader organisasi perempuan NU, Bunyai Nusantara, Nawaning Nusantara, pengasuh dan pengelola pesantren, aktivis perempuan dan anak, akademisi, praktisi, pendamping korban, serta mitra strategis.

 

Pertemuan ini diarahkan untuk membangun kesamaan perspektif, memetakan persoalan, memperjelas peran organisasi, dan menyusun langkah kolaboratif dalam pencegahan serta penanganan kekerasan di pesantren.

 

“Pesantren harus menjadi ruang pendidikan yang aman, sehat, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Upaya mewujudkannya membutuhkan komitmen bersama, mulai dari pencegahan, pendidikan dan pengasuhan, hingga mekanisme perlindungan dan penanganan korban,” katanya.

 

Gathering tersebut menghadirkan Wakil Ketua MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfah Hiz sebagai keynote speaker. Narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain Eka Fitri Rohmawati dari PP Fatayat NU, Siti Nur Azizah dari Pimpinan Pusat Majelis Alumni IPPNU, Wahidah Suaib dari PB IKA Perempuan PMII, Whasfi Velasufah dari PP IPPNU, Wulan Sari AS dari KOPRI PB PMII, serta Nabilah Munsyarihah dari Nawaning Nusantara.

 

Selain membahas perlindungan perempuan dan anak, rangkaian kegiatan juga menyentuh bidang literasi dan kebudayaan. Pada Jumat (28/8/2026), pukul 13.30–15.30 WIB, Fatayat NU menggelar Bedah Novel dan Film Ibadah dan Cinta di Pondok Pesantren Al-Amanah II. Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama IPB Press, MBK Productions, dan Sinemata.

 

Bedah novel dan film itu menghadirkan pemeran Berlliana Lovell dan Adhin Abdul Hakim, sutradara Jastis Arimba, serta produser Rendy Gunawan. Pada hari yang sama, Fatayat NU juga menggelar Kampanye FANTIK (Fatayat NU Anti Kekerasan) pukul 16.30–18.00 WIB dengan pesan “Wujudkan Lingkungan Aman, Ramah, dan Nyaman bagi Perempuan dan Anak. Cegah Kekerasan!”

 

Rangkaian tersebut dilanjutkan dengan nonton bareng film Ibadah dan Cinta di New Star Cineplex Jombang. Sementara itu, sisi pemberdayaan ekonomi dihadirkan melalui Open Booth Koperasi Yasmin Fatayat NU pada 23–31 Agustus 2026 yang turut menjadi bagian dari semarak Expo dan Bazaar Muktamar ke-35 NU pada 19–31 Agustus 2026 di Area Sawah Urug, sepanjang Timur Jalan Tanjung–Sariloyo dan Tambakberas, Jombang.

 

Dewi menambahkan, FATAYAT NU CONNECT 2026 juga diawali dengan ikhtiar spiritual menyambut Muktamar melalui Doa untuk Bangsa atau Munajat Sepekan Menjelang Muktamar pada 22 Agustus 2026, serta rangkaian doa dan istighosah. Keseluruhan agenda tersebut menjadi bagian dari upaya Fatayat NU menyemarakkan Muktamar ke-35 NU sekaligus memperkuat khidmah perempuan NU melalui kegiatan keagamaan, sosial, ekonomi, perlindungan perempuan dan anak, serta literasi budaya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang