RMI Jombang: 22 Oktober Sejarah Perjuangan Pesantren
NU Online · Sabtu, 10 Oktober 2015 | 11:05 WIB
Jombang, NU Online
Rabithah Ma'ahid Islamiyyah Nahdhatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur tengah mempersiapkan peringatan Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2015. Peringatan dihelat di Pondok Pesantren KH Wahab Hasbullah, Tambakberas.
<>
Ketua RMI NU Jombang Shobih mengatakan, Hari Santri Nasional itu diperlukan sebagai kesadaran sejarah perjuangan pesantren pada zamannya. Dulu mereka berperang fisik melawan penjajah, mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih.
Sekarang, kata dia, santri tetap harus berjuang, yaitu mengisi kemerdekaan dengan penguatan pemahaman keislamannya. “Perlu adanya penguatan pemahaman para santri melalui setiap lembaga pondok pesantrennya, khususnya yang beraliran dengan ahlussunnah wal jamaah (Aswaja),” ungkapnya di kediamannya Jumat (9/10).
Target peringatan Hari Santri Nasional, kata dia, adalah menguatkan ukhwah islamiyah antar-lembaga pesantren. Ia menilai kontribusi Pondok Pesantren sangat menentukan perkembangan NU ke depan.
“Sekarang kan ada istilah NU itu sebagai pondok pesantren besar, sementara pondok pesantren itu adalah NU kecil,” ujarnya sambil tersenyum dan mempersilahkan hidangan yang sudah disediakan.
Dari silaturahim itu RMI NU dapat membedakan pondok pesantren Aswaja NU dan bukan. Karena, sekarang banyak pesantren mengaku Aswaja yang bukan NU. Makanya pada pertemuan itu, akan dilakukan pendataan pesantren se-Jombang.
Masih dalam merayakan Hari Santri, akan diluncurkan website RMI NU yang berisi profil-profil pesantren se-Jombang. “Pondok Pesantren yang sudah didata sebelumnya kami masukkan ke sana,” tutupnya. (Syamsul/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
Terkini
Lihat Semua