Segera Diluncurkan, Buku Kajian Tafsir atas Keabsahan Yahudi-Nasrani
NU Online Ā· Selasa, 26 Mei 2015 | 15:01 WIB
Jakarta, NU Online
Saādullah, kader NU asal Cirebon menulis buku āMenyoal Status Agama-agama Pra-Islam: Kajian Tafsr Al-Qurāan atas Keabsahan Agama Yahudi dan Nasrani Setelah Kedatangan Islamā. Hasil disertasi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu akan diluncurkan Kamis (28/5) besok, dihadiri sejumlah tokoh antara lain KH Said Aqil Siroj, Ulil Abshar-Abdalla, Franz Magnis Suseno dan Muhlis Hanafi.<>
Peluncuran dan bedah buku terbitan MIZAN itu akan diadakan di Hotel Bintang, Jalan Raden Saleh Jakarta Pusat, Kamis (28/5) mulai pukul 13.00 WIB serta terbuka untuk umum.
Menurut Saādullah, buku yang ditulisnya merupakan jembatan dialog bagi kerukunan umat beragama agar terhindar dari sikap mencela atas keyakinan agama lain. Sejatinya masing-masing agama mempunyai tempat tersendiri di hadapan Tuhan, katanya.
āKami menghadirkan tokoh lintas agama, intelektual muslim, pakar tafsir, yang akan membedah dan mengkritisinya sesuai keahlian mereka yang akan mengantarkan para audiens pada pemahaman yang sempurna dan mencerahkan, khususnya para pecinta kedamaian dan kerukunan antar iman,ā katanya
Sa'dun, panggilan akrab Saādullah, sudah siap jika buku yang ditulisnya itu akan memicu kontroversi. Dikatakan, dirinya telah mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya itu secara ilmiah.
āBuku tersebut adalah buku serius, karya ilmiah doktoral yang sudah melalui proses akademik yang panjang dan melelahkan. Puluhan guru besar UIN Syarif Hidayatullah Ciputat dalam berbagai bidang disiplin keilmuan turut mengkritisi, menguji bahkan membantainya. Walaupun begitu buku tersebut belum sempurna dan tidak ada apa-apanya adanya kritik dan masukan dari para pembaca,ā ujarnya. (Red: Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menjadi Teladan yang Dikenang Sepanjang Zaman
2
Khutbah Jumat: Menyeimbangkan 5 Unsur Utama dalam Diri Manusia
3
Khutbah Jumat: Makna dan Keutamaan Membaca Basmalah
4
Khutbah Jumat: Zakat, Jalan Menuju Masyarakat Adil dan Peduli
5
Akademisi Soroti Gejala Pembusukan Demokrasi yang Kian Sistematis Sejak Era Jokowi ke Prabowo
6
2.500 Alumni Ikuti Silatnas Iktasa di Istiqlal Jakarta, Teguhkan 3 Fungsi Utama Pesantren
Terkini
Lihat Semua