Nasional

Sejumlah PWNU dan PCNU Inginkan Pembenahan Organisasi

Selasa, 2 Juni 2015 | 23:01 WIB

Jakarta, NU Online
Sejumlah perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang (PCNU) dari berbagai daerah menginginkan adanya pembenahan untuk menyongsong satu abad NU. Pembenahan organisasi harus dipercepat dan tidak bisa ditunda-tunda lagi.<>

Demikian dalam halaqah nasional menjelang muktamar ke-33 NU di Jakarta, Selasa (2/6). Kegiatan yang dinisiasi oleh para alumni Pendidikan Kader Penggerak NU dihadiri perwakilan dari 31 PWNU se-Indonesia dan puluhan PCNU.

“Sudahlah kenapa kita paksakan. Kita tinggalkan masa manis. Musim durian sudah selesai. Kita perlu perubahan,” kata MZ Hamdi, Ketua PWNU Kalimantan Barat dalam kegiatan yang dihadiri beberapa pengurus PBNU dari jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga, lajnah dan badan otonom.

Sebelumnya Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik merinci beberapa problem internal organisasi, mulai dari yang terkecil soal administrasi kepengurusan sampai soal leadership.

Tim instruktur kaderisasi nasional menyampaikan indeks organisasi dan beberapa hasil survei terkait kondisi organisasi, peningkatan jumlah warga yang berafiliasi dengan NU, prosentase warga NU di berbagai partai politik, distribusi kader di berbagai wilayah, desa dan kota, serta persebaran potensi NU di berbagai bidang.

Disampaikan, beberapa persolanan mendasar organisasi harus segera diselesaikan terlebih dahulu sebelum NU mengurusi pesoalan kenegaraan yang lebih besar.

“Kita tidak salahkan siapa-siapa. Beberapa kondisi yang terjadi di NU merupakan kelanjutan dari proses de-NU-isasi yang telah dilakukan oleh rezim Orde Baru,” kata instruktur kaderisasi Abdul Mun’im DZ.

Dalam kesempatan itu Ketua PWNU Papua Toni Wanggai mengatakan, proses kaderisasi NU untuk kawasan Papua yang dilakukan oleh pengurus NU sendiri maupun oleh badan otonomnya telah berjalan dengan baik. Para kader NU mengambil peran yang signifikan di Papua. NU sangat disegani di Papua karena menerapkan ajaran Islam yang toleran.

Terkait kaderisasi, Ketua PCNU Bolangmongondo Utara Sulawesi Utara Abdul Haris Bambela berharap program Pendidikan Kader Penggerak NU secara nasional dilanjutkan pada periode mendatang. Kaderisasi memberikan dampak yang cukup besar terutama dalam memunculkan rasa percaya diri para kader NU tidak hanya untuk menata dan mengaktifkan organisasi, tetapi juga untuk aktif di dunia peran di luar NU.

Sekretaris PWNU NTT Abdullah Ulumando yang hadir bersama Ketua PWNU NTT menyampaikan harapannya terkait kepemimpinan NU ke depan. Menurutnya, PBNU terutama di jajaran tanfidziyah harus diisi para kader NU yang enerjik, cukup waktu untuk mengurus organisasi dan mampu mengaktualisasikan pemikiran para ulama.

Ketua PCNU Madiun Agus Mushoffa menekankan pentingnya kemandirian organisasi terutama dalam hal penggalian dana untuk mengerakkan organisasi dan pemberdayaan warga. Ia mengatakan, pihaknya telah berhasil mendirikan klinik kesehatan dan membeli asset tanah yang cukup representatif untuk membangun kantor PCNU dan dan semua lembaga dan badan otonom. “Semua kita himpun melalui LAZISNU,” kata Gus Shofa. (A. Khoirul Anam)