Pasuruan, NU Online
Atraksi olah raga tradisional Skilot masih menjadi daya tarik perayaan Lebaran Ketupat di pantai Lekok, Pasuruan, Jawa Timur.<>
Ribuan warga di sekitar Pasuruan setiap lebaran ketupat masih berduyun-duyun menuju pantai Lekok. Salah satunya ingin menyaksikan atraksi olah raga tradisional skilot, yakni olah raga tradisoonal ski diatas celot atau lumpur.
Para fotografer dari berbagai media dari berbagai kota juga masih setia untuk berburu foto unik dan menaraik karena merupakan kegiatan yang masih satu-satunya di Indonesia.
Kepala Desa Tambaklekok, Sudarto, menjelaskan, atraksi skilot berasal dari kegiatan nelayan setempat menccari kerang. Papan penopang keranjang tempoat kerang yang setiap saat digeser dengan menggunakan kayuhan kaki befrkemabang menjadi atraksi di saat-saat senggang bagi nelayan.
Atraksi kemudian berkembang menjadi atraksi setiap lebaran ketupat. Kemudian Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengemas atraksi skilot m,enjadi paket wisata menarik dalam sebuah arena.
Sehingga kegiatan skilot yang semula dilakukan di atas lumpur pantai, kini bisadisaksikan opengunjung di sebuah arena yang tuidak bakal mengotori para penontonnya.
Bupati Pasuruan, Dade Angga mengatakabn, keseriusan Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengemas skilot menjadi paket wisata diharapkan mampu meningkagtkan kesejahteraan warga nelayan.warga nelayan yang relatif ekonominya teringgal diharapkan mampu meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung ke pantai Lekok.
Namun realitasnya, penanganan atraksi Skilot juga mengalami pasang surut. Atraksi skilot yang sempat diangkat dilevel kabupaten kini cenderung menurun karena dilakukan oleh panitia tingkat desa.
Arena skilot yang dulu dilengkapi tribun juga kirang terawat. Sedangkan peralatan skliot, seperti papan selancarnyaa banyakyang telah rusak juga belum oernah ada perbaikan lagi.
Â
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber  : Antara
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua