STAINU: Ekonomi Nahdliyin Harus Digerakkan Jadi Kekuatan
NU Online · Kamis, 30 Oktober 2014 | 13:02 WIB
Jakarta, NU Online
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menilai bahwa gagasan pemberdayaan ekonomi nahdliyin bukan sekadar gagasan dari muktamar ke muktamar, tapi menjadi gerakan aplikatif seluruh jajaran kepengurusan NU.
<>
Melalui siaran pers yang dikirim Kamis (30/10) STAINU Jakarta menyebut kemiskinan, ketertinggalan ekonomi, serta motivasi untuk pemberdayaan ekonomi nahdliyin adalah kondisi yang harus diramu menjadi kekuatan organik untuk kemandirian ekonomi nahdliyin.
Sebab kalau tidak diramu, nahdliyin akan kerepotan mengahadpi globalisasi, diantaranya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mendatang.
Untuk itu, STAINU Jakarta akan mengadakan Workshop Wirausaha Nahdliyin dan Launching Bussines Center STAINU pada Senin, 3 November 2014 mendatang di Gedung PBNU lantai 5 Kramat Raya Jakarta Pusat.
Rangkaian kegiatan nanti akan membahas kebijakan-kebijakan strategis, diantaranya kebijakan kemandirian nahdliyin dalam wirausaha, kebijakan PBNU dalam pengembangan ekonomi nahdliyin, strategi membangun karakter wirausaha, dan kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan UMKM memasuki era masyarakat ekonomi ASEAN 2015 dalam hal perluasan tantangan warga NU.
Selain itu, kebijakan strategis lain yang akan dibahas pada seminar bertema “Usaha Bersama untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Ekonomi Nahdliyin” yaitu manajerial usaha kecil-menengah nahdliyin, dan permodalan syariah dalam pemberdayaan ekonomi nahdliyin.
Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj dipastikan membuka acara ini. Selain itu, serangkaian narasumber profesional dibidangnya akan mengisi, diantaranya dari pihak Kementerian Koperasi dan UKM, Praktisi Wirausaha NU, H. Abdul Kholik, Direktur Utama BMT UGT Sidogiri, KH. Mahmud Ali Zain, dan Pakar dan Praktisi Bisnis Syariah, Dr. Arijulmanan, M.H.I. (Fathoni/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
Terkini
Lihat Semua