Substansi haji harus Tetap Ibadah, bukan Wisata
NU Online · Jumat, 19 Oktober 2012 | 03:05 WIB
Mekkah, NU Online
Wakil Amirul Hajj Hasyim Muzadi mengatakan, makna substansi haji harus tetap ibadah bagi perbaikan `intuisi basiroh` (detakan hati yang paling dalam), jangan sampai kehilangan makna apalagi mengarah hanya ke urusan pariwisata.<>
"Intuisi basiroh adalah `black box` ibarat dalam pesawat, dan tidak mudah rusak serta terkontaminasi," kata Hasyim saat menyampaikan makna haji secara hakiki menjawab pertanyaan wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) di Mekkah, Arab Saudi, Kamis.
Fisik memang penting, tapi jangan kegiatan manasik lebih dipentingkan daripada substansi ibadahnya.Â
Ada tiga faktor terkait haji, masing-masing niat, bekal, dan intuisi basiroh. Niat, semua jemaah mampu melaksanakannya. Bekal, ujarnya, harus `halal` dalam penyediaan kebutuhan bekal termasuk ongkos naik haji dan makan serta minuman yang dikonsumsi.
Faktor terpenting adalah substansi ibadah yang diharapkan akan berdampak positif bagi perilaku para jemaah haji setelah kembali ke kampung halamannya. Para haji itu diharapkan menjadi hamba Allah yang agamis dan mahluk sosial yang keberadaannya berimbas kebaikan bagi lingkungan keluarga terdekatnya.
"Misalnya, kalau satu tahun 200.000 jemaah haji dan setiap jemaah memiliki lima anggota keluarga terdekat yang terdampak kebaikan, maka satu juta orang setiap tahun berperilaku amanah," ujarnya.
Hasyim menambahkan, pelaku kejahatan koruptor di Indonesia itu relatif tidak banyak, namun dampak yang ditimbulkan lebih dari kejahatan kriminaltas biasa.Â
"Penjahat kerah putih itu (white collar crime) memberi dampak negatif lebih dibanding dampak yang diberikan oleh penjahat kerah biru (blue collar crime) yang melakukan kejahatan jalanan," kata Hasyim yang akan menjadi penghotbah wukuf pada ibadah haji tahun ini.Â
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber  : Antara
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
3
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
4
Terima Kunjungan Gus Yahya, Kiai Kafabih Lirboyo Sampaikan Pesantren Harus Turun Tangan agar NU Lebih Baik
5
Kumpul di Kediri, para Kiai Sepuh Ingatkan Muktamirin: Jaga Marwah Jamiyah, Hindari Tekanan dan Pertikaian
6
Khutbah Jumat: Bulan Maulid, Kembali Membaca Sirah Nabawiyah untuk Diteladani
Terkini
Lihat Semua