Tahlil 7 Hari, Zastrouw Sebut Arif Mudatsir “Transcultural Generation”
NU Online · Selasa, 18 November 2014 | 15:02 WIB
Jepara, NU Online
Malam tujuh hari wafatnya H Arief Mudatsir Mandan (ketua umum IKA PMII), Ahad (16/11) kemarin, IKA PMII kabupaten Jepara menyelenggarakan doa bersama untuk almarhum di masjid kampus Unisnu Jepara. <>
Zastrouw Al-Ngatawi, sahabat almarhum, dalam uraiannya Zastrouw bercerita, Arief Mudatsir merupakan sosok yang mempertahankan karakter masyarakat akar rumput. Ketua umum PP Lesbumi itu menyebut Arief sebagai transcultural generation.
Meski ketua DPW PPP Jawa Tengah itu anak kampung, asli Robayan Jepara putra pedagang namun saat ia hijrah ke Jakarta tidak lantas hanyut dengan keadaan.
“Mas Arief hidup di tengah-tengah struggle of culture. Dikelilingi dominasi pengikut Muhammadiyyah namun ia tetap mempertahankan akar rumputnya. Tetap menjadi NU,” jelasnya pada ratusan kader PMII yang hadir.
Pemimpin kelompok musik Ki Ageng Ganjur itu juga menambahkan almarhum adalah aktivis LSM juga pernah mengenyam pendidikan di Barat, Australia tepatnya. “Namun ia tidak ingin meng-Australia-kan Indonesia,” tegas Zastrouw lelaki asal Pati Jawa Tengah.
Apa yang dilakukan almarhum sejalan yang dilakukan tokoh sekaliber Dr. Soetomo. Soetomo pernah ngangsu kaweruh ke Amerika namun sepulang dari sana tidak pula ingin meng-Amerika-kan Indonesia.
Ia menyebut Arief sebagai orang Indonesia yang menguasai budaya Eropa. Sejumlah kiai tersohor NU laiknya K Nawawi Al-Bantani, KH Hasyim Asyari sepulang belajar dari Timur Tengah juga tidak hendak meng-Arab-kan Indonesia. “Namun menjadi orang Islam ala Indonesia,” tegasnya.
Dari itu boleh-boleh saja belajar teori kritisisme maupun modernisme namun Zastrouw berharap agar tidak melupakan akar rumput, kearifan lokal khas Indonesia jangan sampai ditinggalkan. (Syaiful Mustaqim/Anam)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua