Tantangan Guru: Mulai dari Kualitas Pedagogi hingga Kesejahteraan
NU Online · Rabu, 29 Oktober 2025 | 21:30 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu menyampaikan bahwa guru-guru di lingkungan Kemenag masih memiliki sejumlah tantangan. Pertama, transformasi digital berbasis IT. Guru madrasah sering dipersepsikan setingkat di bawah guru-guru umum.
Kedua, implementasi kurikulum merdeka. Ketiga, mempercepat implementasi kurikulum cinta yang tengah digencarkan Kemenag. Hal lain yang perlu ditingkatkan lagi adalah kualitas pedagogi guru-guru.
"Tidak semua guru punya latar belakang profesi guru," ujarnya pada Dialog Media: Kemenag dan Kesejahteraan Guru Agama, Pasar Baru, Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Tantangan berikutnya adalah peningkatan tunjangan bagi guru-guru honorer. "Tunjangan profesi guru ASN dan non-ASN masih jauh jaraknya," katanya.
Ia menyebut perhatian terhadap kesejahteraan guru sejalan dengan peningkatan sikap kinerjanya. "Pemberian perhatian guru berkorelasi langsung dengan sikap guru dalam melakukan tugasnya," ujarnya.
Meskipun demikian, ia menyampaikan bahwa tingkat kepuasan guru setelah itu berbeda. Hal ini dilatari pada kondisi perekonomian di daerah itu.
Secara rinci, Ismail menyampaikan bahwa tunjangan profesi guru meningkat dari 1,5 juta menjadi 2 juta. Hal ini memberikan kepuasan dan meningkatkan motivasi dan kesejahteraan para guru.
Kepuasan guru meningkat dari 66 persen menjadi 88 persen, keaktifan dari 70 persen menjadi 85 persen keaktifan guru, loyalitas dari 75 persen menjadi 87 persen. Pun persepsi guru terhadap perhatian pemerintah menjadi 90 persen dari 67 persen.
Karenanya, Kemenag melakukan Program Profesi Guru (PPG) untuk menjembatani peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. "2026 (mereka) dapat tunjangan profesi guru," kata Thobib Al-Asyhar, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag.
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua