Tekan Kecelakaan, Pendidikan Keselamatan Lalu Lintas Perlu Masuk Kurikulum Sekolah
NU Online · Kamis, 30 April 2026 | 18:00 WIB
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, meminta agar pendidikan keselamatan lalu lintas diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar administratif, melainkan strategi penting untuk menekan angka kecelakaan.
“Dalam upaya memutus rantai kecelakaan yang didominasi usia produktif, kurikulum ini menjadi sangat krusial untuk membangun budaya keselamatan sejak dini,” ujarnya kepada NU Online, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, perubahan perilaku berlalu lintas tidak dapat dicapai hanya melalui penindakan di jalan raya, seperti penilangan, melainkan membutuhkan pendekatan edukatif yang berkelanjutan melalui pendidikan formal.
“Etika berlalu lintas harus dipandang sebagai bagian dari norma sosial dan karakter bangsa, bukan sekadar karena takut pada sanksi,” katanya.
Djoko menambahkan, anak-anak yang mendapatkan edukasi keselamatan lalu lintas dengan baik dapat berperan sebagai pengingat bagi orang tua saat berkendara, sehingga dampak edukasi meluas hingga ke lingkungan keluarga.
Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), mayoritas korban kecelakaan lalu lintas berada pada rentang usia remaja hingga dewasa muda.
“Banyak siswa SMP dan SMA di Indonesia sudah mengendarai sepeda motor sebelum memiliki SIM karena kebutuhan mobilitas,” jelasnya.
Oleh karena itu, kurikulum keselamatan dinilai penting untuk memberikan pemahaman tentang risiko teknis dan aspek hukum yang selama ini kerap diabaikan.
“Melindungi usia produktif dari kecelakaan berarti menjaga potensi ekonomi dan masa depan bangsa,” tegasnya.
Perbaikan Infrastruktur Tak Cukup Tanpa Edukasi
Djoko juga menyoroti bahwa perbaikan infrastruktur jalan yang dilakukan pemerintah tidak akan optimal tanpa diimbangi dengan edukasi keselamatan lalu lintas.
“Perbaikan infrastruktur jalan yang masif tidak akan berdampak maksimal jika faktor manusia (human error) masih menjadi penyebab utama kecelakaan,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan keselamatan lalu lintas harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan beban tambahan dalam kurikulum.
“Melalui edukasi yang terstruktur, kita tidak hanya mencetak pengguna jalan yang cerdas, tetapi juga warga negara yang memiliki empati dan tanggung jawab di ruang publik,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
Terkini
Lihat Semua