Nuriel Shiami Indiraphasa
Kontributor
Jakarta, NU Online
Keamanan data yang bersifat rahasia sangatlah penting. Sayangnya, perlindungan data masih dianggap sebagai hal yang kurang mendapat perhatian dan pengawasan dari pengguna internet. Pengamanan data baru akan dianggap menjadi penting untuk diterapkan ketika data telah diserang atau dicuri. Hal ini justru jauh lebih menyulitkan pengguna.
Ketua Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Fezan Nabawi mengatakan hal itu saat menjadi narasumber Workshop Daring Memahami Pentingnya Keamanan Sistem Teknologi Informasi, Jumat (8/10/2021).
Fezan mengingatkan, pengguna internet wajib melakukan tindakan preventif sebelum terlambat. Dengan sistem jaringan komputer yang semua perangkat dan data terhubung, harus dilindungi dari segala jenis serangan dan gangguan.
Komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet, kata Fezan, banyak menimbulkan ancaman keamanan yang lebih besar dari pada komputer yang terputus dari jaringan. "Dengan pengendalian keamanan jaringan maka resiko tersebut dapat dikurangi, sehingga diperlukan pemahaman terhadap keamanan sistem informasi," imbuhnya.
Langkah pengamanan
Fezan memaparkan beberapa pedoman praktis yang bisa dilakukan dalam pengamanan informasi baik bagi individu maupun organisasi.
Pertama, memasang dan menggunakan program antivirus. Kedua, melakukan patching (menambal) pada sistem. Ketiga, lebih berhati-hati dalam membaca email dalam attachment. "Kadang kalau yang filenya tidak resmi, ia suka disusupi virus dan malware," terang Fezan pada workshop yang diadakan berkat kerja sama NU Online dengan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA).
Langkah keempat, kata Fezan, memasang dan menggunakan firewall. Kelima, lakukan backup untuk file dan folder penting. Keenam, gunakan password yang kuat. Pasword yang kuat, katanya, adalah kombinasi antara huruf kecil angka, karakter dan sebagainya. Ketujuh, berhati-hati dalam mengunduh file dari internet. Kedelapan, memasang dan menggunakan program enskripsi file dan kontrol. Kesembilan, menutup layanan yang tidak digunakan.
Untuk organisasi, Fezan menyebutkan terdapat beberapa tambahan antara lain memasang dan menggunakan firewall berbasis hardware, membatasi akses ke data sensitif dan konfidensial, mencari bantuan ekspertis teknik ketika dibutuhkan, mnerapkan kontrol akses fisik pada semua peralatan komputer, dan menjaga keamanan jaringan dengan kontrol akses.
Sebelumnya Fezan mengatakan faktor penyebab kasus kejahatan siber yang kian hari tampak terasa nyata dan dekat. Hal tersebut, selain karena faktor dari pelaku, juga karena masyarakat yang kian melek terhadap teknologi.
"Kenapa hari demi hari kejahatan (siber) banyak? Karena pemakai, user makin melek teknologi," ujarnya.
Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
3
Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan
4
Khutbah Jumat: Hari Bumi Sedunia, Mari Jaga Alam Kita
5
Khutbah Jumat: Meneladani Persahabatan Nabi dengan Alam
6
Khutbah Jumat: Membuka Jendela Dunia Melalui Budaya Membaca
Terkini
Lihat Semua