Nasional HAJI 2026

Menhaj Soroti Pergerakan Jamaah dan Konsumsi Jelang Persiapan Armuzna

NU Online  Ā·  Jumat, 22 Mei 2026 | 08:00 WIB

Menhaj Soroti Pergerakan Jamaah dan Konsumsi Jelang Persiapan Armuzna

Menhaj Gus Irfan menyapa jamaah haji 2026 (Foto: MCH)

Makkah, NU Online

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Moch Irfan Yusuf menyatakanĀ persiapan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi fokus utama Pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026.

 

Menurut Menhaj, Armuzna merupakan fase paling krusial dalam seluruh rangkaian ibadah haji. Pasalnya, jutaan jamaah dari berbagai negara akan berkumpul di lokasi yang sama dalam waktu bersamaan.


"Armuzna adalah titik paling krusial dari proses haji. Di situlah seluruh jamaah haji dari seluruh dunia berkumpul di satu tempat, sehingga diperlukan persiapan yang sangat matang," kata Gus Irfan usai rapat bersama Amirulhaj di kantor daker Makkah, Arab Saudi, Kamis (21/5/2026).


Ia mengatakan, PPIH Arab Saudi telah menyusun jadwal pergerakan jamaah secara ketat untuk menghindari penumpukan baik di hotel maupun selama perjalanan menuju Armuzna.


Rencananya, jamaah haji Indonesia mulai diberangkatkan ke Arafah pada 8 Dzulhijjah 1447 H atau Senin, 25 Mei 2026.


"Mulai tanggal 8 (Dzulhijjah), kami menggerakkan jemaah haji masuk Arafah. Tentu dengan perhitungan-perhitungan dan jadwal yang sudah diatur secara ketat," ujarnya.

 

Selanjutnya, pada 9 Dzulhijjah (Selasa, 26 Mei 2026), jamaah haji akan menjalani wukuf di Arafah sebelum bergerak menuju Muzdalifah dan Mina pada sore hingga malam hari.

 

Kemenhaj juga menyiapkan sejumlah skema layanan untuk mendukung kelancaran mobilitas jemaah, termasuk skema tanazul dan murur.


Selain mempersiapkan aspek transportasi dan mobilitas jemaah, Gus Irfan meminta jemaah haji mulai mempersiapkan kondisi fisik dan mental menjelang puncak ibadah haji.


"Kami juga menyiapkan agar jemaah benar-benar siap fisik dan mental terkait Arafah karena tinggal beberapa hari lagi," katanya.


Kemenhaj juga menaruh perhatian khusus pada persiapan konsumsi. Menurut Gus Irfan, distribusi makanan saat fase Armuzna cukup menantang lantaran banyak akses jalan ditutup dan mobilitas kendaraan terbatas.


Oleh karena itu, Kemenhaj akan memaksimalkan distribusi makanan siap santap atau Ready to Eat (RTE) bagi jemaah haji. "Kami akan memaksimalkan proses pembagian konsumsi terkait dengan konsumsi untuk makanan siap saji yang dibagikan kepada jemaah haji," ujar Gus Irfan.


Ia berharap seluruh rangkaian puncak ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar, sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman serta nyaman. (MCH 2026)
Ā 

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang