Cirebon, NU Online
Tradisi gentong haji di daerah Pantura masih terus dipertahankan oleh warga Cirebon karena budaya leluhur mereka yang dinilai bermanfaat.
<>
Kebiasaan menyediakan air di dalam gentong bagi keluarga yang berangkat ke Tanah Suci ini sudah berlangsung secara turun temurun. Warga diperbolehkan meminum air tersebut sambil mendoakan jemaah haji supaya sehat, selamat, dan dimudahkan menjalankan ibadahnya.
Kastinah, keluarga jemaah haji di Pamuragan Kabupaten Cirebon kepada wartawan di Cirebon, Jumat, mengatakan, budaya gentong haji terus dipertahankan oleh masyarakat Pantura Cirebon.
"Kami menyediakan air dalam gentong di depan rumah, untuk diminum siapapun yang melintas, harapan keluarga berkah dan dimudahkan menjalankan ibadah haji," katanya.
Ia menjelaskan, tradisi gentong haji sudah berlangsung turun temurun. Mereka tidak mengetahui siapa yang memulainya, hanya bisa mempertahankan budaya tersebut.
Sementara itu Fadilah keluarga jemaah haji di Celancang Cirebon menuturkan, tradisi gentong haji masih tetap dilaksanakan oleh warga setempat. Kini dirinya menyediakan gentong tersebut untuk mencari berkah dari doa masyarakat yang sengaja minum airnya.
Budaya warisan Pantura, kata dia, harus dipertahankan karena tidak semua daerah memiliki kebiasaan tersebut. Tujuanya hanya mendoakan keluarga yang sedang menjalankan ibadah haji.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber  : Antara
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua