Zainul Milal Bahas 3 Film “Sang” di UIN Jakarta
NU Online · Jumat, 7 November 2014 | 07:15 WIB
Jakarta, NU Online
Penulis buku “Laskar Santri dan Resolusi Jihad” Zainul Milal Bizawie, berbicara tentang 3 Film Sang: Sang Murobbi (2008), Sang Pencerah (2010) dan Sang Kiai (2013) di Aula II FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (6/11) kemarin.<>
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UIN Jakarta ini dihadiri pengisi soundtrack lagu dalam film Sang Murobbi, Afwan Riyadi, yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta dan merupakan kader tarbiyyah. Direncanakan akan hadir pembicara produser film Sang Murobbi, H.M Ridwan Mahfudz. Tapi batal hadir, karena kesibukannya sebagai anggota DPR RI 2014-2019.
Zainul Milal mengatakan, tiga film itu menunjukkan bahwa sebuah gerakan itu muncul dengan setting sosial dan konteks yang berbeda.
Film Sang Pencerah menunjukkan setting masa prakemerdekaan, Sang Kiai menunjukkan gerakan jihad santri muncul dalam era kemerdekaan dan melawan penjajah mempertahankan NKRI. Sedangkan Sang Murobi muncul pada tahun 70 an.
“Yang perlu dilihat dari ketiga film ini (Sang Murobbi, Sang Pencerah & Sang Kiai) adalah bagaimana meletakkannya dalam konteks kebangsaan, dan bagaimana perannya dalam membangun bangsa,” katanya.
Sang Kiai, Sang Penceran dan Sang Murobi, dilihat dari periode sangat jauh. “Tapi dirunut siapa gurunya, dirunut secara keilmuan, maka akan ketemu,” tambahnya.
Sang Murobi, KH Rahmat Abdullah (1953-2005), merupakan murid dari KH. Abdullah Syafii. Abdullah Syafei mempunyai guru bernama Guru Marzuki, seorang tokoh ulama Betawi dari Cipinang Muara.
Guru Marzuki, belajar dengan Syaikh Juned yang merupakan guru ulama-ulama Nusantara yang bermukim di Mekah seperti Syekh Nawawi Al Bantani, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari (Sang Kiai) dan KH. Ahmad Dahlan (Sang Pencerah) dll.
“Artinya, perjuangan Islam, perjuangan santri-santri Nusantara itu tidak putus sampai sekarang,” kata Zainul Milal.
Para ulama nusantara sanadnya tersambung sampai ke Wali Songo. "Mahasiswa UIN juga harus tahu, siapa Syarif Hidayatullah yang menjadi nama kampusnya. Ia tak lain adalah Sunan Gunung Djati, salah satu wali songo,” ujarnya. (Muhammad Anwar/Anam)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua