Obituari

Jenazah TGH Turmudzi Badaruddin Dimakamkan Jumat Sore di Pesantren Qamarul Huda

NU Online  ·  Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Jenazah TGH Turmudzi Badaruddin Dimakamkan Jumat Sore di Pesantren Qamarul Huda

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), almarhum Tuan Guru Haji (TGH) Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Jenazah Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Tuan Guru Haji (TGH) Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin, dijadwalkan dimakamkan pada Jumat (16/10/2026) pukul 15.30 WITA di Masjid Asrama Putri, Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).


Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) NTB periode 2022–2025 Baiq Muniah menyampaikan bahwa jadwal pemakaman tersebut ditetapkan melalui musyawarah keluarga dan pihak terkait.


“Hasil musyawarah terkait dengan pemakaman Ayahanda Almukarrom TGH L.M. Turmudzi Badaruddin, beliau akan dimakamkan besok,” katanya kepada NU Online, Kamis (15/10/2026).


Ia menjelaskan, shalat jenazah akan dilaksanakan di dua lokasi. Shalat jenazah pertama dijadwalkan berlangsung di Masjid Putri pada pukul 11.00, kemudian dilanjutkan di Masjid Baiturrahman, Bagu.


TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin wafat di ruang ICU RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis (15/10/2026), pukul 13.37 WITA.


Almarhum merupakan pengasuh Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Lombok Tengah, NTB. Selain berkiprah dalam pendidikan pesantren, ia juga mengemban amanah sebagai Mustasyar PBNU dan Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB.


Kabar wafatnya almarhum disampaikan melalui akun Instagram resmi PWNU NTB, @pwnu_ntb_official.


“Innalillahi wainnailaihi raaji'un. Semoga guru kita tercinta husnul khatimah. Beliau selalu menjadi penyejuk, pembimbing, dan pemimpin luar biasa untuk jam'iyyah dan jamaah,” tulis akun tersebut.


“Hati ini terasa sesak mendengar kabar ini. Yaa Allah Yaa Rahman, tempatkanlah guru kami tercinta di sisi terbaik-Mu,” lanjut pernyataan duka tersebut.


Profil Singkat TGH Turmudzi Badaruddin

Mengutip artikel NU Online berjudul Tuan Guru Turmudzi, Nusa Tenggara Barat, TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin merupakan mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Qamarul Huda di Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah, NTB.


Ia lahir pada 1 April 1936 dari keluarga Perwangse atau bangsawan suku Sasak. Gelar “Lalu” yang disematkan di depan namanya menunjukkan latar belakang kebangsawanannya.


Ayahnya, Tuan Guru Haji Lalu (TGHL) Badarudin, merupakan ulama berpengaruh yang merintis pengembangan pesantren melalui kegiatan mengajar di langgar atau musala di rumahnya. Dari langgar kecil itu kemudian jadi pesantren, madrasah dan perguruan tinggi di NTB.


TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin memperoleh pendidikan agama pertama dari orang tuanya. Pada 1944, ia menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Selanjutnya, pada 1948–1952, ia belajar di Madrasah Mu'allimin Darul Qur'an di Bengkel, Lombok, yang diasuh TGH Soleh Chambali.


Setelah itu, ia berangkat ke Makkah dan menetap selama sekitar 10 tahun. Pada 1962, ia kembali ke Tanah Air dan mulai merintis pendirian Madrasah Diniyah serta Madrasah Ibtidaiyah Qamarul Huda. Setahun kemudian, pada 1963, ia mendirikan Pondok Pesantren Qamarul Huda.


Pengembangan lembaga pendidikan tersebut berlanjut dengan pendirian Madrasah Tsanawiyah pada 1968 dan Madrasah Aliyah pada 1984.


Pada 1999, PBNU menyelenggarakan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Qamarul Huda. Dalam forum tersebut, muncul gagasan untuk mendirikan perguruan tinggi di lingkungan pesantren.


Atas inisiatif Ketua Umum PBNU saat itu, KH Abdurrahman Wahid, Pondok Pesantren Qamarul Huda bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Ibrahimy, Jawa Timur. Kerja sama tersebut kemudian melahirkan STAI Ibrahimy di lingkungan pesantren pada 1999.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang