Berita Duka dari Yogyakarta, KH Muhammad Nasikh Ridwan Wafat pada Usia 65 Tahun
NU Online · Ahad, 18 Oktober 2026 | 16:00 WIB
Pengasuh Pesantren Darul Ulum Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KH Muhammad Nasikh Ridwan yang wafat pada Ahad (18/10/2026) (Foto: istimewa)
Rikhul Jannah
Kontributor
Yogyakarta, NU Online
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Ulama asal Yogyakarta sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KH Muhammad Nasikh Ridwan atau yang akrab disapa Cak Nasikh, wafat pada Ahad (18/10/2026) pukul 09.20 WIB di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, Kota Yogyakarta, DIY. Almarhum wafat dalam usia 65 tahun.
Jenazah almarhum dijadwalkan dimakamkan pada Ahad (18/10/2026) pukul 16.00 WIB di kawasan Pondok Pesantren Darul Ulum Pleret, Ketonggo RT 04/RW 21, Wonokromo, Pleret, Bantul.
Baca Juga
Ulama Wafat, Ikan dan Burung pun Berduka
Berdasarkan susunan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY periode 2022–2027 dalam SK PBNU Nomor 05.A.I1.04/03/2022 tertanggal 6 Syakban 1443 H atau 10 Maret 2022 M, almarhum menjabat sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU DIY.
Selain aktif di PWNU DIY, Cak Nasikh juga menjadi anggota Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) masa khidmah 2022–2026.
Sahabatnya sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, KH Hilmy Muhammad atau Gus Hilmy, mengenang Cak Nasikh sebagai sosok yang telah dikenalnya sejak masa kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Gus Hilmy menambahkan, Cak Nasikh merupakan alumni Pondok Pesantren Krapyak yang berasal dari Gresik, Jawa Timur, serta aktif dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, telah wafat pada pagi ini, Cak Nasikh, atau KH Muhammad Nasikh Ridwan, Wakil Ketua PWNU DIY,” tulis Gus Hilmy dalam keterangannya, Ahad (18/10/2026).
Gus Hilmy mengenang perjalanan pengabdian Cak Nasikh di lingkungan NU DIY, yang dimulai dengan mengelola Majalah Bangkit PWNU DIY. Almarhum kemudian aktif di Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor DIY, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU DIY, hingga Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) NU DIY bersama Ning Alissa Wahid.
Menurut Gus Hilmy, Cak Nasikh dikenal sebagai aktivis yang ramah, sederhana, dan tidak banyak bicara. Ia juga mengenang senyum Cak Nasikh serta sikapnya yang tidak memaksakan pendapat, termasuk ketika menghadapi perbedaan pandangan.
“Saya sebagai junior beliau merasa dibimbing dan selalu diemong, meskipun dalam soal-soal yang kita kadang berbeda pendapat tentangnya. Beliau tidak pernah memaksakan pendapatnya,” kenangnya.
Gus Hilmy mengaku masih bertemu dengan Cak Nasikh pada Jumat (16/10/2026) dalam acara RMI PWNU DIY di Krapyak untuk memperingati haul KH Ali Maksum. Karena itu, ia mengaku terkejut saat menerima kabar wafatnya Cak Nasikh pada Ahad pagi.
“Betapa saya sangat terkejut membaca kabar beliau wafat pada pagi ini. Saat shalat Subuh, beliau terjatuh dan wafat dalam penanganan di rumah sakit,” tuturnya.
“Semoga Allah senantiasa memberi kasih sayang kepada beliau sebagaimana beliau telah menyayangi kita semua,” lanjutnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Bahaya Dengki terhadap Keluarga dan Tetangga
2
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Kepala BNPB, dan Pimpinan Badan Pengelola Gambut
3
Gus Ipul: Jangan Campuradukkan Muktamar NU dengan Persoalan Lain
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Membantu Korban Kebakaran Hutan dan Lahan
5
Judi Online, Racun Keharmonisan Keluarga dan Kesehatan Mental
6
Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita Jadi KSAD
Terkini
Lihat Semua