Gerhana Bulan Total, Santri Tebuireng Gelar Shalat Khusuf
NU Online · Rabu, 8 Oktober 2014 | 22:01 WIB
Jombang, NU Online
Seiring berlangsungnya gerhana bulan sempurna yang terjadi pada pukul 17:54, Rabu (6/10), ratusan santri Pondok Pesantren Tebuireng melakukan shalat khusuf (shalat gerhana bulan) berjamaah yang dilakukan serentak di masjid Pesantren Tebuireng, Rabu (08/10).
<>
Menurut Ketua Pondok Pesantren Tebuireng Drs. Ainur Rofiq, hal ini sekaligus untuk melatih para santri agar bisa melakukan shalat khusuf ketika diminta masyarakat untuk memimpin ibadah tersebut.
"Kami serukan kepada para santri untuk tidak meninggalkan masjid karena akan dilaksanakan shalat khusuf berjamaah. Shalat gerhana sendiri terbagi menjadi dua, yaitu shalat gerhana matahari dan bulan. Dan pada kesempatan malam ini terjadi gerhana bulan maka kita disunnahkan oleh Rasul untuk melakukan shalat khusuf," ujarnya.
Shalat gerhana bulan, kata Pak Rofiq, dikerjakan dua rakaat sebagaimana shalat biasa. Namun pada gerakan rukuk dan i'tidal membaca surah al-Fatihah lagi. Kemudian rukuk sekali lagi dan i'tidal lagi, dan sujud sebagaimana biasanya.
"Rakaat kedua juga sama dengan rakaat pertama. Jadi shalat gerhana semuanya ada 4 rukuk, 4 al-Fatihah, 4 I'tidal, dan 4 sujud. Para santri dimohon untuk tidak keliru ketika praktiknya," katanya.
Gerhana bulan merupakan fenomena alam yang sudah menjadi sunnatullah (ketetapan Allah). Setelah melaksanakan shalat gerhana, para santri mendapatkan mauidlah dari KH. Mustaqim Askan selaku pemimpin shalat khusuf berjamaah di masjid Tebuireng. Dalam pidatonya, KH. Mustaqim mengimbau para santri untuk mendekatkan diri kepada Alloh dan suka melaksanakan sunnah Rasul, salah satunya shalat khusuf ini. (Muhammad Septian Pribadi/Mahbib)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua