Pesantren Al-Mashduqiah Terima Bantuan Hibah Grassroots
NU Online · Senin, 24 September 2012 | 07:21 WIB
Probolinggo, NU Online
Pesantren Al-Mashduqiah Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo menerima bantuan hibah grassroots untuk rehabilitasi ruang kelas, drainase dan sanitasi dari Pemerintah Jepang.<>
Peresmian bantuan hibah grassroots ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Konsul Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya Noboru Nomura dan Pengasuh Pesantren Al-Mashduqiah KH Mukhlisin Sa’ad.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Tantri Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Bustomi, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan H Nasrullah Achmad Suja’i dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Asy’ari.
Dalam sambutannya Konjen Jepang Noboru Nomura berharap supaya bantuan hibah grassroots ini dapat memberikan manfaat kepada anak-anak didik yang menuntut ilmu di Pesantren Al-Mashduqiah.
“Semoga dengan adanya bantuan ini anak-anak didik dapat memberikan rasa nyaman dan meningkatkan semangat belajarnya dalam menuntut ilmu. Sehingga nanti ilmunya bisa bermanfaat di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sementara Ketua Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Tantri Hasan Aminuddin dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian dari Pemerintah Jepang yang telah memberikan bantuan hibah grassroots kepada Pesantren Al-Mashduqiah dengan harapan bisa bermanfaat bagi anak didik calon pemimpin di masa yang akan datang.
“Atas nama pribadi dan Ketua Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Jepang. Semoga bantuan hibah grassroots ini dapat memberikan manfaat kepada generasi muda yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Al-Mashduqiah ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut Tantri menjelaskan, diperlukan ikhtiar dari para orang tua bagaimana dapat mencetak generasi muda yang berkualitas yang ilmunya bermanfaat dan barokah sehingga mampu menjawab tantangan zaman. Oleh karenanya anak didik dimotivasi untuk terus menuntut ilmu setinggi mungkin.
”Zaman hari ini tidak akan sama dengan beberapa tahun yang akan datang. Teruslah berjuang tanpa lelah untuk mendapatkan ilmu yang manfaat dan barokah sebanyak-banyaknya. Sehingga bekal ilmu ini nantinya dapat mencetak generasi yang berkualitas pada saat sudah menjadi orang tua,” pungkasnya.
Kegiatan itu diakhiri dengan peninjauan lokasi proyek bantuan hibah grassroots untuk rehabilitasi ruang kelas, drainase dan sanitasi oleh Konjen Jepang Noboru Nomura dan Ketua Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Tantri Hasan Aminuddin, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan H Nasrullah Achmad Suj’ai didampingi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mashduqiah KH Mukhlisin Sa’ad.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor : Syamsul Akbar
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
4
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua