Pesantren

Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember

NU Online  ·  Jumat, 6 Januari 2017 | 12:02 WIB

Pesantren Nuris Juara Umum Aksioma Jember

Pesantren Nurul Islam Jember

Jember, NU Online

Nama Pesantren Nurul Islam (Nuris) Antirogo, Jember, Jawa Timur, kembali melambung menyusul keberhasilan 4 anak didiknya meraih prestasi dalam Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) se-Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Aliyah Kabupaten Jember medio Desember tahun lalu.

Sukses keempat anak harapan bangsa tersebut menahbiskan Nuris sebagai lembaga peraih juara umum dalam ajang yang digelar di MAN 1 Jember tersebut. Keempat orang tersebut adalah, pertama, M. Ilyas. Siswa  kelas XI IPA MA Unggulan Nuris  tersebut meraih juara 1 putra dalam lomba pidato bahasa Indonesia yang diikuti 60 peserta tersebut.

Kedua, M. Baihaqi. Siswa kelas XI IPA MA Unggulan Nuris Jember berhasil menjadi juara 2 putra bidang kaligrafi. Siswa ini seseungguhnya jago matematika, dan telah beberapa kali menyabet juara  dalam lomba matematika. Tapi ternyata ia juga punya bakat lain, yaitu kaligrafi.

Ketiga, M. Bayu Adi Denta. Siswa kelas X  IPA B MA Unggulan Nuris ini sukses  menjadi juara harapan 2 dalam lomba Cipta dan Baca Puisi.

Keempat adalah Ariny Dina Yasmin. Siswi kelas X PK B ini berhasil merebut juara 3 dalam lomba cabang MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an).

Kepala MA Unggulan Nuris, Antirogo,  Jember  Balqis Al Khumairoh menyatakan bangga dengan prestasi yang diraih anak didiknya tersebut, lebih-lebih karena mereka berasal dari lembaga formal di pesantren. Menurutnya, pesantren dewasa ini sudah mengalami kemajuan yang cukup signifikan,. Terbukti, banyak sekali santri yang berhasil meraih prestasi di bidang ilmu umum, penemuan illmiah dan sebagainya.

“Nuris sendiri bertekad untuk menjadi pesantren sebagai tempat penggodokan kader-kader Ahlussunnah wal-Jama’ah. Mereka punya wawasan  mendunia tapi tetap tak mengabaikan budaya lokal, tetap takwa kepada Allah, menjunjung tenggi  kebaragaman dan seterusnya,” tukas Ning Balqis kepada NU Online di sela-sela memantau kegiatan siswa-siswi MA Unggulan Nuris, Kamis (5/1).

Ke depan, lanjut Ning Balqis, pihaknya akan terus mengasah kecakapan anak didiknya di bidangnya masing-masing. Namun hal tersebut tidak dimaksudkan untuk mengikuti kompetisi, lomba atau sejenisya melainkan sebagai bekal dalam menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi kelak. “Kitak tak pernah bertujuan menjadi juara. Kalaupun akhirnya kita jaura, itu kami harap  hanya sebagai rangsangan saja bagi yang lain. Bukan tujuan utama,” pungkasnya (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)


Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang

Terkait

Pesantren Lainnya

Lihat Semua