Probolinggo, NU Online
Sedikitnya 40 santri dari Pesantren Bani Rancang Desa Lemah Kembar Kecamatan Sumberasih dan Pesantren Hidayatul Islam Desa Clarak Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo dilatih memproduksi tahu nigarin tanpa limbah, Kamis (27/11) kemarin.<>
Para santri pesantren ini mendapatkan pelatihan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Inspiring Moslem Entrepreneur (IME) Training Center Malang.
Selain mendapat pelatihan pembuatan tahu sehat nigarin tanpa limbah, para santri juga mendapatkan bantuan berupa peralatan Tasudo. Dimana alat ini mampu membuat olahan dari limbah pembuatan tahu mulai dari susu kedelai, sari kedelai, donat kedelai dan nugget kedelai.
Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo HM. Sidik Widjanarko mengungkapkan pelatihan keterampilan kepada santri ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Probolinggo untuk mencetak santri entrepreneur.
âKami menginginkan agar santri tidak hanya menguasai ilmu agama dan umum saja, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang dapat diterapkan setelah nanti kembali di tengah-tengah masyarakat,â ungkapnya.
Sementara Pengasuh Pesantren Bani Rancang Kiai Ahmad Siddiq menyambut baik pelatihan tersebut. Pasalnya kegiatan ini akan menambah pengetahuan dan keterampilan santri yang dapat diimplementasikan langsung sebagai sumber pendapatan sehari-hari.
âSudah bukan zamannya lagi santri hanya bisa membaca Al Qurâan dan kitab kuning saja. Tetapi bagaimana seorang santri memiliki keterampilan sebagai bekal menatap masa depannya,â ujarnya.
Hal senada diungkapkan Pengasuh Pesantren Hidayatul Islam KH Sunar Syamsul Arifin. âMudah-mudahan dengan pelatihan ini, santri pesantren mampu bersaing dalam mengembangkan keterampilan yang dimilikinya sebagai alternatif usaha yang akan digeluti saat keluar dari pesantren,â katanya. (Syamsul Akbar/Anam)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua