Setengah Abad Sudah Pesantren Zainul Anwar Berdiri
NU Online · Rabu, 10 September 2014 | 20:01 WIB
Probolinggo, NU Online
Pesantren Zainul Anwar yang didirikan KH Abdullah Mughni kini berusia 50 tahun. Meski demikian, rintisan pendirian pesantren ini sudah berlangsung jauh sebelum itu, pada masa leluhur kiai tersebut.
<>
Pesantren Zainul Anwar yang terletak di Desa Alassumur Kulon Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo saat ini diasuh oleh Muhammad Al-Fayyumi, putra ketiga pendiri pesantren Kiai Abdullah Mughni.
Pesantren Zainul Anwar mempunyai lembaga pendidikan komplit. Lembaga pendidikan formal yang berdiri terdiri dari PAUD, RA, MI, MTs dan MA. Sementara pendidikan informal dilangsungkan pada malam hari.
“Tak ada yang berbeda dengan kegiatan pembelajaran di pesantren ini. Hanya saja pendidikan disini ada tambahannya, yakni sekolah agama. Khusus sore hari, kami bebaskan para santri untuk beristirahat atau belajar,” ungkap Muhammad Al-Fayyumi, Selasa (9/9).
Pembelajaran informal yang diberikan pada santri meliputi pelajaran nahwu, shorrof, kitab kuning, tafsir dan pelajaran agama lainnya. Pendidikan informal terdiri dari tiga tingkatan. Yakni tingkat ula (awal), wustho (pertengahan) dan ulya (atas).
Selain mendidik santri melalui jalur formal dan informal, pesantren ini juga tetap menjadi silaturahim dengan masyarakat. Tiap Senin malam, pengurus pesantren menggelar pengajian Majelis Dzikir dan sholawat. “Sebulan sekali pada malam Jumat Legi, ada pengajian Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua