Daerah HAJI 2026

Harapan dan Doa Warnai Keberangkatan Jamaah Haji Kloter 10 Jamaah Haji Pidie Aceh

NU Online  ·  Jumat, 15 Mei 2026 | 18:00 WIB

Harapan dan Doa Warnai Keberangkatan Jamaah Haji Kloter 10 Jamaah Haji Pidie Aceh

Peusijuek atau proses doa bersama bagi para amaah haji Pidie di Masjid Al-Falah Sigli (Foto: NU Sigli)

Pidie, NU Online
Suasana haru menyelimuti keberangkatan jamaah haji Kloter 10 Embarkasi Aceh yang hampir seluruhnya berasal dari Kabupaten Pidie. Sejak Kamis malam (14/5/2026), para jamaah mulai memasuki Asrama Haji Aceh di Banda Aceh sebelum dijadwalkan bertolak menuju Tanah Suci pada Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIB.

 

Di tengah kebahagiaan keberangkatan tamu Allah itu, terselip pula kisah duka dari enam calon jamaah haji asal Pidie yang dipastikan gagal berangkat tahun ini. Tiga di antaranya meninggal dunia, sementara tiga lainnya harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

 

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pidie, Ihsan, mengatakan jamaah yang wafat sebelumnya telah melunasi biaya perjalanan haji dan masuk dalam kuota keberangkatan musim haji 1447 Hijriah.

 

“Tiga jamaah meninggal dunia dan tiga lainnya sakit sehingga belum memungkinkan diberangkatkan tahun ini,” ujarnya.


Adapun jamaah yang wafat adalah Nurhayati asal Gampong Baroh Kecamatan Pidie, Azmah binti Usman Thaib asal Kecamatan Kembang Tanjung, serta Armaini binti Abdullah Umar asal Kecamatan Peukan Baro. Sementara jamaah yang menunda keberangkatan karena sakit yakni Nurdin Jalil Prang asal Kecamatan Batee, Nur Aini Salam asal Kecamatan Pidie, dan Sayuti asal Kecamatan Mila.


Meski demikian, pemerintah tetap membuka peluang pelimpahan porsi kepada ahli waris bagi jamaah yang meninggal dunia sesuai ketentuan administrasi dan kesiapan manasik.


“Kalau jamaah wafat, ahli waris dapat menggantikan apabila memenuhi syarat dan siap menjalankan ibadah haji,” jelas Ihsan.


Sementara itu, jamaah Kloter 10 yang telah masuk asrama menjalani berbagai tahapan persiapan, mulai pemeriksaan kesehatan, pembagian kartu identitas, kartu nusuk, hingga penerimaan living cost sebelum keberangkatan menuju Arab Saudi.


Hingga Kamis (14/5/2026), tercatat sebanyak 3.529 jamaah haji Aceh dari sembilan kloter telah diberangkatkan menuju Tanah Suci. Kloter 10 menjadi rombongan berikutnya yang didominasi jamaah asal Kabupaten Pidie.


Wakil Ketua PCNU Pidie, Tgk Khaidir, menyampaikan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh pengorbanan dan kesabaran.


“Kita turut berduka atas jamaah yang wafat dan sakit sehingga belum bisa berangkat. Namun semua itu bagian dari ketentuan Allah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan jamaah yang sakit segera diberi kesehatan,” ujarnya.


Menurutnya, keberangkatan jamaah haji dari Pidie tahun ini juga menjadi pengingat bahwa panggilan ke Tanah Suci tidak semata ditentukan kesiapan materi, melainkan kehendak Allah Swt.


“Terkadang seseorang sudah siap seluruh biaya dan perlengkapan, tetapi Allah punya ketentuan lain. Karena itu ibadah haji mengajarkan kita tentang ikhlas dan tawakal,” katanya.


Ia juga mengimbau jamaah yang sedang berada di Tanah Suci agar menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan rangkaian ibadah haji, terutama menghadapi cuaca panas di Arab Saudi.


“Kondisi fisik harus dijaga karena ibadah haji membutuhkan kekuatan dan kesabaran. Jangan lupa memperbanyak doa untuk Aceh dan bangsa Indonesia,” ujar Tgk Khaidir.


Selain itu, ia berharap para jamaah dapat menjadi teladan sepulang dari Tanah Suci dengan membawa semangat memperkuat akhlak, persatuan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


Keberangkatan Kloter 10 dari Pidie tidak hanya menjadi perjalanan ibadah, tetapi juga menghadirkan kisah tentang harapan, pengorbanan, dan ketulusan keluarga dalam mengantarkan tamu Allah menuju Baitullah.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang