Logo NU Online Logo NU Online Dark
Lapsus

Warta

Nasional Daerah Internasional Risalah Redaksi Obituari
Fragmen Quran

Keislaman

Khutbah Syariah Sirah Nabawiyah Tafsir Hikmah Nikah/Keluarga
Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan

Lainnya

Cerpen Seni Budaya Ramadhan Pustaka Humor
Logo NU Online Logo NU Online Dark
Lapsus
Warta
Nasional Daerah Internasional Risalah Redaksi Obituari
Fragmen
Quran
Keislaman
Khutbah Syariah Sirah Nabawiyah Tafsir Hikmah Nikah/Keluarga
Opini
Tokoh
Hikmah
Download
Kesehatan
Lainnya
Cerpen Seni Budaya Ramadhan Pustaka Humor
Jatim Jateng Jabar Lampung Jakarta Kepri Banten Jombang
Senin, 17 Agustus 2026
Muktamar Gembira
Djarum

Buya Kh Abdul Gani Latif

Lihat Semua
Tokoh
Dari Militer sampai Pendakwah

Dari Militer sampai Pendakwah

Ketika tentara Jepang masuk ke Indonesia tahun 1942, Sekolah Tinggi Islam ditutup. Masyarakat diarak untuk mengikuti kerja rodi (paksa). Seperti pemuda-pemuda lain, Buya Abdul Gani Latif mengikuti latihan militer di Kandang Empat Pariaman untuk kepentingan Jepang. Tahun 1946, Buya dengan pangkat Letnan Dua ditugaskan sebagai staf Resimen VI. Karir sebagai orang militer tidak berlanjut. Namun tahun 1950 Buya Gani meninggalkan tugas militer, beralih sebagai guru agama. Lahir tahun 1920 di desa Siteba Nanggalo (sekarang kawasan perumahan dan pasar) Kota Padang. Sebagai orang Minangkabau, Buya Gani (begitu akrab dipanggil), menyandar gelar pusako Malin Mudo, sekaligus kepala waris dalam k

Ahad, 1 Juli 2007 | 08:45 WIB

Terpopuler

Lihat Semua

1

Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia

2

Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan

3

RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan

4

RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat

5

Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen

6

Enam Ruko di Lokasi Pembukaan Muktamar Ke-35 NU Dibongkar, Pedagang Dapat Kompensasi

Terkini

Lihat Semua
Sirah Nabawiyah

Benarkah Laut Mati adalah Bekas Negeri Sodom?

Senin, 17 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Nasional

PBNU: Proklamasi RI Bukan Sekadar Peristiwa Kebangsaan, tapi Peradaban

Senin, 17 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Tasawuf/Akhlak

Mengapa Hati Bisa Keras? Ini Penyebabnya Menurut Ulama Sufi

Senin, 17 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Nasional

DPR Usul Nilai Manfaat Dana Kelolaan BPKH Dibagi Setara antara Jamaah Berangkat dan Jamaah Tunggu

Senin, 17 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Nasional

Krisis Air Berulang Tiap Tahun, Pemerintah Didesak Benahi Tata Kelola

Ahad, 16 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Superapp

Terpopuler

Lihat Semua

1

Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia

2

Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan

3

RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan

4

RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat

5

Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen

6

Enam Ruko di Lokasi Pembukaan Muktamar Ke-35 NU Dibongkar, Pedagang Dapat Kompensasi

Terkini

Lihat Semua
Sirah Nabawiyah

Benarkah Laut Mati adalah Bekas Negeri Sodom?

Senin, 17 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Nasional

PBNU: Proklamasi RI Bukan Sekadar Peristiwa Kebangsaan, tapi Peradaban

Senin, 17 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Tasawuf/Akhlak

Mengapa Hati Bisa Keras? Ini Penyebabnya Menurut Ulama Sufi

Senin, 17 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Nasional

DPR Usul Nilai Manfaat Dana Kelolaan BPKH Dibagi Setara antara Jamaah Berangkat dan Jamaah Tunggu

Senin, 17 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Nasional

Krisis Air Berulang Tiap Tahun, Pemerintah Didesak Benahi Tata Kelola

Ahad, 16 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Superapp

Tentang NU

Sejarah

Syuriyah

Tanfidziyah

Informasi

Redaksi

Kontak Kami

Visi Misi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

Disclaimer

Jaringan Media

Jawa Timur

Jawa Barat

Jawa Tengah

Banten

Lampung

Jakarta

Kepri

Jombang

© 2026 NU Online | Nahdlatul Ulama