Memahami Esensi dalam Bermazhab
Pola bermazhab yang dianut mayoritas umat Islam di dunia kerap dipandang miring oleh sebagian kelompok tak sepaham. Dengan semangat “pemurnian” (purifikasi) ajaran, kelompok ini menyerukan gerakan kembali kepada sumber asli: al-Qur’an dan Hadits. Sikap membid’ahan, mengkafiran, dan menyesatan pihak lain pun tak segan meluncur. Tak sekadar keunikan lokal ekspresi beragama, pola bermazhab juga turut menjadi sasaran. Benarkah bermazhab menyimpang dari ajaran murni Islam? Apa dasar dan urgensi bermazhab? Apa jawaban bagi tudingan negatif yang ada? Berikut pandangan Rais Syuriyah PBNU KH A Ishomuddin yang disampaikan kepada Mahbib Khoiron dari NU Online, di Jakarta baru-baru ini.
Senin, 6 Agustus 2012 | 11:53 WIB