Terbentang hamparan luas
Padi yang menguning
Lautan yang tak pernah kering
Mutiara intan yang tak pernah hilang akan keindahan
Tanah yang enggan tandus<>
Api yang enggan padam
Angin yang tak pernah diam
Gandum yang tak kenal mati
Lantas nikmat apa lagi yang kau dustakan??!
Langit yang tak pernah sempit
Bumi yang tak pernah keluar dari porosnya
Mentari yang tak pernah malu
Hujan pun menyuburkan
Gersangpun sewaktu
Bulan Bintang menjadi teman dikala temaram
Lantas nikmat apa lagi yang kau dustakan??!
Keramahan yang tak pernah marah
Kelembutan yang tak pernah membatu
Sejuk embun yang menyambut
Indah mega yang mengantarkan
Lantas nikmat apa lagi yang kau dustakan??!
Kau yang berjalan diatas bumi dengan keangkuhan
Dilapangkan dan selalu kurang
Disediakan dan menyimpan
Hembusan nafas penuh kesombongan
Bukan menyapu yang kotor
Namun menyapu yang bersih hingga bersih, dengan cara yang kotor.
Diberi namun enggan memberi
Malu kah??
Tetap tegak dadamu kawan.
Mudah saja bagi Nya memutar dan menghancurkan
Namun betapa asik Nya Ia merelakanmu menikmati segalanya.
Menyapamu dengan nikmat
Kau balas dengan laknat.
Fa bi ayyi aala irobbikumaa tukadzibaan?!!
Zamzami
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
3
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
6
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
Terkini
Lihat Semua