Syariah

Doa dan Amalan Sunnah Buka Puasa

NU Online  Ā·  Senin, 11 Maret 2024 | 16:00 WIB

Doa dan Amalan Sunnah Buka Puasa

Doa dan amalan sunnah dalam berbuka puasa. (Foto: NU Online/Freepik)

Berbuka adalah hal yang paling ditunggu oleh orang berpuasa. Nabi Muhammad saw bersabda:


Ł„ŁŁ„ŲµŁ‘ŁŽŲ§Ų¦ŁŁ…Ł ŁŁŽŲ±Ł’Ų­ŁŽŲŖŁŽŲ§Ł†Ł: ŁŁŽŲ±Ł’Ų­ŁŽŲ©ŁŒ Ų¹ŁŁ†Ł’ŲÆŁŽ ŁŁŲ·Ł’Ų±ŁŁ‡ŁŲŒ ŁˆŁŽŁŁŽŲ±Ł’Ų­ŁŽŲ©ŁŒ Ų¹ŁŁ†Ł’ŲÆŁŽ Ł„ŁŁ‚ŁŽŲ§Ų”Ł Ų±ŁŽŲØŁ‘ŁŁ‡ŁĀ 


Artinya:Ā ā€œOrang yang berpuasa mendapatkan dua kegembiraan, kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya.ā€ (HR Muslim).


Ada berbagai amalan sunnah berbuka puasa yang perlu diperhatikan agar keutamaan berpuasa dapat diraih secara sempurna.Ā 


Selain itu, amalanĀ sunnah berbuka puasa merupakan hal yang ringan dilakukan tetapi bisa mendatangkan pahala yang luar biasa jika dikerjakan.


Amalan sunnah berbuka puasa memiliki banyak terdapat manfaat yang terkandung. Berikut ini adalah amalan sunnah dan doa buka puasa.


Amalan Sunnah Buka Puasa

Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in menjelaskan beberapa kesunnahan berbuka puasa. Di antaranya adalah sebagai berikut:

 
  1. Menyegerakan berbuka puasa ketika sudah yakin matahari telah terbenam.
  2. Berbuka dahulu sebelum shalat Maghrib.
  3. Berbuka dengan kurma. (Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu’in, [Beirut, Dar Ibnu Hazm], halaman 273).


Doa Buka Puasa dan Waktunya
Ā 

Ada beberapa doa yang dibaca oleh umat Muslim untuk berdoa ketika berbuka puasa. Yang paling utama adalah dua doa ma’tsur yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, yaitu:


Ā Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡ŁŁ…Ł‘ŁŽ Ł„ŁŽŁƒŁŽ ŲµŁŁ…Ł’ŲŖŁŲŒ ŁˆŁŽŲ¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ Ų±ŁŲ²Ł’Ł‚ŁŁƒŁŽ Ų£ŁŽŁŁ’Ų·ŁŽŲ±Ł’ŲŖŁĀ 


Artinya: ā€œYa Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka.ā€ (HR. Abu Dawud).Ā 


Ų°ŁŽŁ‡ŁŽŲØŁŽ Ų§Ł„ŲøŁ‘ŁŽŁ…ŁŽŲ£Ł ŁˆŁŽŲ§ŲØŁ’ŲŖŁŽŁ„Ł‘ŁŽŲŖŁ Ų§Ł„Ł’Ų¹ŁŲ±ŁŁˆŁ‚ŁŲŒ ŁˆŁŽŲ«ŁŽŲØŁŽŲŖŁŽ Ų§Ł„Ų£ŁŽŲ¬Ł’Ų±Ł ؄ِنْ Ų“ŁŽŲ§Ų”ŁŽ الله


Artinya:Ā ā€œTelah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala menjadi tetap, insyaallah.ā€ (HR Abu Dawud).


Syekh Zainuddin Al-Malibari merinci dua doa tersebut secara praktis. Bila orang berbuka dengan air, maka dianjurkan membaca keduanya, sedangkan bila tidak menggunakan air, maka cukup dengan doa yang pertama.


ŁˆŁŠŲ³Ł† أن ŁŠŁ‚ŁˆŁ„ عقب الفطر: اللهم Ł„Łƒ ŲµŁ…ŲŖŲŒ ŁˆŲ¹Ł„Ł‰ Ų±Ų²Ł‚Łƒ أفطرت ويزيد - من أفطر بالماؔ -: ذهب Ų§Ł„ŲøŁ…Ų£ŲŒ ŁˆŲ§ŲØŲŖŁ„ŲŖ Ų§Ł„Ų¹Ų±ŁˆŁ‚ŲŒ وثبت الأجر ؄ن Ų“Ų§Ų” الله تعالى


Artinya, ā€œDisunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka, ā€œAllĆ¢humma laka shumtu wa ā€˜alĆ¢ rizqika aftharthuā€. Bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: ā€œDzahabadh dhamâ’u wabtalatil-ā€˜urĆ»qu wa tsabatal-ajru insyĆ¢-allĆ¢h.ā€ (Al-Malibari, 27).


Perlu digarisbawahi, waktu kesunnahan membaca doa di atas adalah setelah berbuka, bukan sebelumnya ataupun di tengah-tengahnya, sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha dalam kitab I'anatut Thalibin:


ŁˆŁ‚ŁˆŁ„Ł‡: عقب Ų§Ł„ŁŲ·Ų±ŲŒ أي عقب Ł…Ų§ ŁŠŲ­ŲµŁ„ به Ų§Ł„ŁŲ·Ų±ŲŒ لا قبله ŁˆŁ„Ų§ عنده 


Artinya: ā€œMaksud sunah berdoa setelah berbuka adalah sunah berdoa setelah melakukan hal yang membatalkan puasa, bukan sebelumnya dan bukan saat melakukannya.ā€ (Muhamamd Syatha, I’anatut Thalibin, juz II, halaman 279).


Ustadz Muhammad Afifuddin, ketua LBM PP Mambaus Sholihin 9 Blitar

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang