Jeddah, NU Online
Bulan Ramadhan adalah bulan puasa bagi umat Islam di seluruh dunia. Di Arab Saudi pada bulan penuh berkah tersebut, kedua masjid suci, Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah akan dipadati oleh pengunjung baik yang tengah beribadah umrah maupun dari para mukimin dan masyarakat warga setempat.
Berdasarkan ahli hisab dan falak (astronomi), penetapan awal bulan Ramadhan 1425 H di Arab Saudi atas izin Allah akan jatuh pada hari Jum’at bertepatan tanggal 15 Oktober 2004. Demikian dilansir harian Okaz pekan lalu.
<>Dr. Ali bin Muhammad As Syukri, Kepala Bagian Fisika Universitas King Fahd menyatakan, “akan munculnya Hilal bulan Ramadhan tepat pukul 5.47 waktu Arab Saudi di pagi hari Kamis, 30 Sya’ban 1425 H sesuai kalender Ummul Quraa”.
Adapun bulan Iqtiran akan muncul pada hari Kamis sebelum terbenam matahari di atas kota Makkah dan wilayah sekitarnya selama 12 jam, pada sore hari itulah usai terbenamnya matahari sekitar 18 menit.
Ditambahkannya bahwa bulan hilal dan cahaya terangnya serta ketinggian bulan sekitar 3 derajat saat matahari terbenam, sehingga dimungkinkan dilihat oleh rukyat, saat itulah dapat diteropong dengan jelas, jika rukyatnya dilihat dengan mata kepala langsung pada saat itu sungguh sulit memandangnya sehingga memang diperlukan peralatan berupa alat peneropong.
Ali Syukri menjelaskan bahwa bulan hillal saat matahari tenggelam akan bergeser seputar 4 derajat sampai ketinggian 3 derajat.
Dengan demikian sesuai ahli falak awal bulan suci Ramadhan 1425 H di Arab Saudi dimulai pada hari Jum’at bertepatan tanggal 15 Oktober 2004 mendatang dan itu sama serta tidak berbeda dengan kalender Ummul Quraa.
Kontributor : Yasin Santu
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua