Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah jamaah haji asal Indonesia yang wafat di Tanah Suci tahun ini diprediksi menurun. Berdasarkan informasi yang dilansir depag, hingga saat krisis seperti masa Armina, jumlah jamaah yang meninggal tahun lalu mencapai 189 jamaah. Sedangkan tahun ini pada saat yang sama jamaah yang wafat adalah 119 jamaah.
Penanggung jawab penyelenggaraan haji di Mina, Cepi Supriatna mengatakan, Sabtu (28/11) malam, faktor penyebab terbanyak adalah penyakit bawaan seperti jantung, stroke dan penyakit lainnnya.<>
"Jadi bukan terserang penyakit ketika berada di Tanah Suci," terang Cepi.
Disamping itu, faktor usia juga menjadi salah satu penyebabnya, terutama bagi jamaah yang berusia di atas 65 tahun. Pada usia-usia tersebut rentan terhadap penyakit khususnya masalah perbedaan cuaca dan iklim.
"Lebih dari 21 ribu jamaah kita adalah jamaah risti (resiko tinggi), dari seluruh jumlah jamaah Indonesia yang mencapai 208 ribu orang," pungkasnya. (min)
Terpopuler
1
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
2
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
3
Karhutla Ancam Kalimantan, Pantauan Satelit BNPB Temukan 1.487 Titik Panas
4
Khidmah NU di Akar Rumput: Ketangguhan Keluarga menuju Indonesia Emas
5
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
6
PBNU Perluas Kolaborasi untuk Transformasi Pesantren
Terkini
Lihat Semua