353 Modin Wanita Dapat Pelatihan Pemulasaran Jenazah Berpenyakit
NU Online · Jumat, 16 Juli 2010 | 03:39 WIB
Sebanyak 353 Modin Wanita (Monata) se-Sidoarjo mendapat pelatihan merawat (pemulasaran) jenazah di ruang Delta Praja Pemkab Sidoarjo. Pelajaran perawatan ini bukan untuk jenazah biasa, melainkan jenazah yang terjangkiti penyakit menular seperti terjangkiti penyakit HIV/AIDS, hepatitis B, kolera maupun penyakit sejenisnya.
Menurut Kabag Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan, Ilhammudin didampingi Kasubag Sosial Widodo Edi Trijatno, pelatihan merawat jenazah berpenyakit menular ini untuk memberikan bekal kepada para monata kalau mereka bertemu dengan persoalan tersebut.<>
Dengan memberikan pelatihan tersebut, para moden wanita itu diharapkan tidak
takut dan ragu lagi. "Pelatihan ini baru pertama kali kita adakan," kata Ilhammudin, Kamis (15/7).
Ditambahkannya, materi yang diberikan kepada para monata, berkisar tentang norma kesehatan dan norma agama. Yakni mulai cara memandikan, mengkafani, mensholati hingga menguburkan jenazah. Semuanya dilakukan sesuai dengan kaidah Islam dan nilai-nilai kesehatan.
"Moden sudah biasa kalau yang meninggal itu orang biasa, tapi kalau jenazahnya itu terjangkiti penyakit menular itu yang jarang diketahui," jelasnya.
Ada tiga narasumber yang berkompeten dibidangnya didatangkan untuk memberikan pelatihan. Diantaranya, A.Wahid Effendi, dari unsur agama, Bambang Teguh B, dari bidang kesehatan dan Sirojul Ummah Sirodj dan Nur Kholisnah dari Muslimat NU.
"Untuk jenazah yang diakibatkan karena terjangkit penyakit menular ini memang perlu perlakuan khusus, terutama terhadap keamanan dan keselamatan orang yang merawat dan menangani masalah ini," terangnya seperti dilansir beritajatim.com.
Untuk itu, lanjut Ilhammudin, persoalan perawatan ini perlu penerapan kewaspadaan secara universal tanpa meninggalkan tradisi, budaya dan agama yang dianut. Ia berharap, setelah mendapatkan pelatihan ini, setidaknya, para monata bisa memberikan nasehat kepada keluarga jenazah terkait dengan persoalan tersebut.
"Mereka juga harus bisa mengambil tindakan sesuai penanganan jenazah dengan baik dan benar, yaitu bagaimana agar tidak menimbulkan resiko penularan," pungkasnya. (ful)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Hikmah Zakat Fitrah, Menyucikan Jiwa dan Menyempurnakan Ibadah
2
Kapan Lebaran 2026? Berikut Data Hilal 1 Syawal 1447 H oleh LF PBNU
3
Khutbah Jumat: Urgensi I’tikaf di Masjid 10 Malam Terakhir Ramadhan
4
Khutbah Jumat: Puasa, Al-Qur’an, dan 5 Ciri Orang Bertakwa
5
KPK Resmi Tahan Gus Yaqut atas Tuduhan Korupsi Kuota Haji
6
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Hadiri Siniar
Terkini
Lihat Semua