Peringati Harlah Ke-66, PMII Maros Dorong Perlindungan Perempuan dan Penguatan Ruang Aman Kader
NU Online · Selasa, 28 April 2026 | 20:00 WIB
Maros, NU Online
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Maros memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-66 dengan mendorong isu perlindungan perempuan serta penguatan ruang aman bagi kader. Kegiatan yang berlangsung di Gedung PKK Kabupaten Maros, Rabu (1/4/2026), itu dirangkaikan dengan dialog keperempuanan, peluncuran website resmi organisasi, dan pemotongan tumpeng.
Peringatan harlah kali ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi dimaknai sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan peran kader dalam merespons berbagai isu strategis di tengah masyarakat.
Ketua Korps PMII Putri (Kopri) PC PMII Maros, A Hasbiah menekankan pentingnya menjadikan momentum harlah sebagai ruang evaluasi sekaligus penguatan kapasitas kader perempuan. Menurutnya, organisasi harus mampu menghadirkan ruang yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang kader.
“Momentum Harlah PMII ini harus kita jadikan sebagai ruang refleksi bersama, sekaligus menguatkan peran PMII sebagai ruang tumbuh bagi seluruh kader,” ujarnya.
Ia menambahkan, isu perlindungan perempuan penting untuk terus disuarakan karena masih banyak tantangan yang dihadapi perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Sementara itu, Ketua PC PMII Maros Muh Alif Al Isra, menegaskan bahwa tema nasional Harlah Ke-66, Aksi Nyata PMII untuk Indonesia, merupakan panggilan bagi seluruh kader untuk menghadirkan kontribusi konkret bagi bangsa.
“Sejak berdiri, PMII telah menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi kader yang konsisten melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkontribusi untuk Indonesia,” tuturnya.
Ia menambahkan, tantangan ke depan menuntut PMII tidak hanya aktif dalam diskursus, tetapi juga mampu menghadirkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan perwakilan Pemerintah Kabupaten Maros, Yusriadi Arif. Ia menilai PMII tetap konsisten menjalankan perannya sejak berdiri pada 1960.
“PMII hingga hari ini tetap menunjukkan konsistensinya dalam merealisasikan tujuan organisasi, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang PMII hingga usia ke-66. Setelah itu, dilakukan peluncuran website resmi PMII Maros sebagai bagian dari upaya penguatan digitalisasi organisasi di era modern.
Sebagai penutup, Kopri PC PMII Maros menggelar dialog keperempuanan bertema Dari Semangat Kartini Menuju Perlindungan Nyata bagi Perempuan.
Dialog tersebut menghadirkan narasumber dari instansi terkait, yakni Haspawati dari Dinas Kesehatan serta Suryani dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).
Diskusi membahas berbagai persoalan yang dihadapi perempuan, mulai dari aspek kesehatan hingga perlindungan hukum. Selain itu, forum tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ruang yang aman dan berkeadilan bagi perempuan.
Kontributor: Sahyul Pahmi
Terpopuler
1
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
2
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
3
Kisah Rombongan Gus Dur Diberondong Senapan di Timor Leste
4
Resmikan Klinik di Cilacap, Gus Yahya: Harus Profesional, Bukan Sekadar Khidmah
5
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua