Tempat-tempat pemungutan suara dibuka pada pukul 07:00 waktu setempat Kamis (20/8), untuk pemilihan presiden kedua di Afghanistan, yang diselenggarakan di bawah keamanan yang ketat di tengah ancaman Taliban untuk menggagalkan pemilihan itu.
Sekitar 17 juta warga Afghanistan tercatat berhak memilih - dalam pemilu ketiga yang diadakan sejak rezim garis keras Taliban ditumbangkan dalam serangan yang dipimpin Amerika Serikat pada akhir tahun 2001.<>
"Di beberapa daerah pemungutan suara telah dibuka, di tempat-tempat lainnya akan dibuka dalam tempo lima menit lagi," kata seorang juru bicara Komisi Pemilu Independen, Noor Mohammad Noor.
Komisi menjadwalkan akan membuka 6.700 pusat pemungutan suara di seluruh negeri, namun jumlah yang telah dibuka akan diumumkan di media kemudian, katanya.
Koresponden AFP di beberapa tempat pemungutan suara di seluruh negeri mengatakan, keamanan dijaga ketat.
Di Kabul, pemerintah telah mendirikan tempat-tempat pemeriksaan di seluruh kota, di mana petugas mereka memeriksa sopir-sopir dan para penumpangnya.
"Ini adalah kedua kalinya bagi saya untuk memberikan suara, dan saya akan datang lebih pagi sebelum bekerja, karena pemilihan hanya satu-satunya cara untuk melakukan perubahan bagi negara ini," kata Nooramin, karyawan perusahaan swasta berumur 22 tahun, kepada AFP di salah satu tempat pemungutan suara di Kabul, saat tempat tersebut baru dibuka. (afp)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
5
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
6
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
Terkini
Lihat Semua