Ahmadinejad Terima 9 Juta Surat dari Rakyat Iran
NU Online · Jumat, 14 September 2007 | 04:01 WIB
Teheran, NU Online
Presiden Mahmoud Ahmadinejad menerima sembilan juta surat dari rakyat Iran sejak ia berkuasa pada 2005, sebagian besar meminta bantuan pribadinya atau pinjaman, demikian dilaporkan pers, Kamis.
Ahmadinejad menganggap penting mengadakan pertemuan umum di kota-kota di 30 provinsi Iran dimana para pembantunya menerima permohonan-permohonan tertulis anggota masyarakat yang meminta bantuannya.
Menurut angka yang dikeluarkan pihak kepresidenan, 40 persen dari surat-surat itu meminta bantuan pribadinya, 15 persen meminta tempat penginapan, 15 persen untuk pekerjaan, 15 persen untuk pinjaman bank dan 10 persen untuk perawatan medis.
Hanya lima persen dari surat-surat itu ditulis untuk mengungkapkan pendapat mengenai pekerjaan presiden.
Besarnya jumlah surat itu membuat presiden membentuk sebuah komisi khusus yang bertugas menanganinya. Namun, Ahmadinejad menekankan bahwa ia masih membaca sendiri sejumlah besar dari surat-surat itu.
"Saya secara pribadi membaca antara 100 dan 200 surat setiap hari. Semakin banyak surat, semakin termotivasi saya untuk bekerja dan melayani rakyat," kata Ahmadinejad, seperti dikutip surat kabar pemerintah Iran, Kamis.
Sebagian besar dari surat-surat itu tampaknya berasal dari kalangan miskin masyarakat Iran yang dijanjikan Ahmadinejad akan dibantu agar bisa menikmati kekayaan sumber alam Iran selama kampanye pemilihan umum pada 2005.
Namun, banyak dari 70,4 juta orang penduduk Iran masih terbelit masalah ekonomi, dimana 13 persen penduduk tinggal di bawah garis kemiskinan dan tiga juta orang menganggur, menurut angka resmi. (ant/jad)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
6
KH Afifuddin Muhajir: Mekanisme Pemilihan Pemimpin, Apakah Harga Mati atau Beradaptasi?
Terkini
Lihat Semua