Pemimpin spiritual Iran dan Ketua Dewan Pakar Negara Iran Ali Akbar Hashemi Rafsanjani,menuding AS telah menjatuhkan sebuah bom nuklir ukuran kecil di wilayah dekat perbatasan Iran-Irak dan mendesak PBB agar menyelidiki kasus tersebut.
"Ledakan bom telah menewaskan banyak orang dan menyebabkan penyakit kanker serta penyakit lainnya di kawasan itu. Tapi sejauh ini tidak ada yang memberitakannya," demikian dikatakan kata Rafsanjani dalam khutbah Jumatnya di sebuah Masjid di Teheran (24/10).<>
Rafsanjani mengatakan, rekaman peristiwa yang diduga terjadi di wilayah antara Basra, Irak dan perbatasan Iran pada tahun 1991 itu disiarkan oleh stasiun televisi Italia awal bulan ini. Menurutnya, meski tidak ada laporan resmi yang membenarkan tentang serangan AS itu, ia berharap media massa memberitakannya secara luas. Tapi ternyata berita tersebut disensor oleh banyak media.
"Jika laporan tentang serangan ini benar, maka AS sudah selayaknya ditanya mengapa AS melakukan tindak kejahatan ini untuk menghukum pemerintah Irak," sambung Rafsanjani.
Serangan bom yang diungkap Rafsanjani, berdasarkan pada klaim seorang veteran perang AS bernama Jim Brown yang mengatakan bahwa AS menjatuhkan bom nuklir seberat lima kiloton pada 27 Februari 1991, di hari terakhir perang Irak-AS. Brown mengungkap peristiwa ini dalam wawancara dengan stasiun televisi Italia RaiNews24 pada 9 Oktober kemarin. (ln/prtv)
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Ini Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
3
KH Ma’ruf Amin: Calon Ketua Umum PBNU Harus Punya Kapasitas Manajerial dan Teknokratis
4
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
5
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
6
Muktamar NU: Absennya Tema Besar dan Agenda Kerakyatan
Terkini
Lihat Semua