Arab Saudi Gunakan Teknologi Tinggi dalam Ibadah Haji 2011
NU Online · Senin, 7 November 2011 | 11:32 WIB
Riyadh, NU Online
Ibadah haji tahunan yang menarik jutaan umat Islam ke Mekkah telah menerapkan teknologi tinggi tahun ini, dengan pemerintah Arab Saudi meminta bantuan peralatan elektronik terakhir untuk mengendalikan kerumunan massa yang sangat besar itu.
Penanggulangan pertemuan manusia tahunan terbesar di dunia itu menimbulkan kepusingan keamanan tersendiri bagi Arab Saudi -- penjaga dua tempat paling suci umat Islam di kota Mekkah dan Madinah, tempat lahir Islam.
<>
Kementerian urusan agama telah mengirim 3,25 juta pesan tertulis setiap hari ke telpon genggam para jemaah untuk memberitahu mereka mengenai prosedur ritual haji yang benar guna "mencegah hal yang membahayakan", kata pejabat kementerian itu Sheikh Talal al-Uqail, yang dikutip oleh kantor berita resmi Saudi, SPA.
Pesan itu dilakukan oleh lebih dari 3.000 ulama, penterjemah dan petugas administrasi, bertujuan untuk membetulkan "kesalahan" yang dilakukan para jemaah, kata laporan tersebut.
Pada waktu yang sama, pemerintah Arab Saudi mengikuti dan mengatur gerakan kerumunan jemaah dengan peralatan pengawasan elektronik yang melacak setiap jemaah selama lima hari ibadah haji, kata Menteri Haji Saudi Fuad al-Farsi.
Polisi agama, sementara itu, menyiarkan video dan dokumen untuk panduan para jemaah di laman Internet bersama video YouTube, yang dapat diakses di http/www.youtube.com/user/movieshajj.
Dan untuk pertama kalinya tahun ini, ibadah haji disiarkan langsung youtube bekerjasama dengan pemerintah Saudi. Siaran itu dapat dilihat di youtube.com/hajjlive.
Lebih dari dua juta umat Islam pada Sabtu mengalir ke Jabal Arafah dan dataran sekitarnya, menandai hari puncak ibadah haji.
Tidak ada laporan segera mengenai insiden besar saat para pejabat keamanan memusatkan perhatian pada pengawasan kerumunan massa. "Segalanya berjalan baik dan sesuai rencana," kata juru bicara kementerian dalam negeri Jendral Mansur al-Turki.
Naik haji adalah satu dari lima rukun Islam dan wajib dilakukan sedikitnya sekali selama hidup oleh semua orang Islam yang mampu melakukan perjalanan itu.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber : Antara
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Sembilan Pesantren Masuk Daftar
6
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
Terkini
Lihat Semua