Bank Muamalat Salurkan 65 Persen Dananya untuk UMKM
NU Online · Selasa, 14 Juli 2009 | 06:58 WIB
Bank Muamalat menyalurkan sedikitnya Rp 12,5 triliun atau sebanyak 65 persen dari seluruh pembiayaannya per bulan Juni 2009 ini untuk sektor UMKM di sisa tahun ini. Langkah ini dilakukan dengan mengoptimalkan pembiayaan melalui BMT Shar-E. Langkah ini dilakukan untuk mengejar target 70 persen ke UMKM Bank Muamalat.
Demikian dinyatakan Direktur Bank Muamalat, Andi Buchori di Jakarta, Selasa (14/7). Menurut Andi, program pembukaan BMT Shar-E yang telah dicanangkan sejak tahun lalu dan diharapkan dapat menjadi institusi penghimpunan dan penyaluran dana yang betul-betul mikro.<>
Lebih lanjut, Andi menjelaskan, dengan adanya BMT Shar-E bank syariah yang berpihak ke sektor riil dan mengalirkan dana ke sektor nonformal, jelas-jelas menghidupi masyarakat kecil. Karena usaha mikro yang berkembang juga mendorong konsumsi masyarakat. Sehingga dapat menumbuhkan lapangan kerja dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
“Untuk pengembangan pembiayaan ke mikro terbatas karena itu BMT Shar-E menjadi perpanjangan tangan untuk penyaluran ke usaha mikro. Dari segi kuantitas pembiayaan BMT tidak terlalu besar seperti halnya korporasi. Pembiayaan mikro biasanya memiliki plafon sebesar Rp 5 juta," papar Andi sebagaimana dilansir oleh situs republika.com.
Namun Andi mengakui, saat ini BMT Shar-E yang beroperasi memang belum berkontribusi terlalu besar, tetapi dalam beberapa tahun mendatang pihaknya optimis BMT Shar-E akan banyak berkontribusi. Di tahap awal BMT Shar-E ditargetkan Rp 200 juta per tahun. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua