Banyak Pihak Masih Salah Paham dengan Pendidikan Islam
NU Online · Selasa, 28 Desember 2010 | 01:47 WIB
Banyak pihak masih salah paham terhadap lembaga pendidikan Islam. Sekolah Islam dianggap lebih rendah sehingga perlu disamakan kualitasnya dengan pendidikan yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Nasional.
Padahal sejak diberlakukan UU Sisdiknas 2003, pendidikan Islam mendapat pengakuan sama dengan pendidikan umum di mana, misalnya, lulusan madrasah ibtidaiyah sama dengan lulusan sekolah dasar.<>
Demikian disampaikan Rektor Univeristas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Dr Imam Suprayogo pada seminar Refleksi 65 tahun Format Pendidikan Islam Pasca-UU Sisdiknas 2003 di Jakarta, Senin.
Seminar dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti ke-65 Kementerian Agama 2011 itu menghadirkan narasumber selain Rektor Univeristas Islam Negeri (UIN) Malang, juga KH Muhammmad Idris Jauhari, pimpinan Pondok Pesantren Al Amin Prenduan Sumenep, Madura Jawa Timur, dan beberapa tokoh Islam lainnya.
Dikatakannya, pendidikan Islam memang seharusnya berbeda dengan sekolah lainnya dan perbedaan itu menyangkut orientasi, kurikulum, tenaga pengajar dan kultur yang harus dikembangkan, katanya.
Namun tatkala pendidikan Islam disamakan dengan sekolah umum, bukan berarti disamakan untuk segala hal. Persamaan itu terkait dengan pengakuan pemerintah, yaitu siapa pun yang belajar di lembaga pendidikan Islam dianggap telah memenuhi kewajiban belajar.
Namun dalam perkembangannya, menurut dia, kadang disalahpahami bahwa sekolah Islam dianggap lebih rendah.
Di sisi lain banyak orang mengungkapkan pendidikan Islam sebenarnya justru memiliki kelebihan, terutama terkait dengan wawasan keagamaan.
Pemahaman terhadap Al-Qur'an dan Hadist Nabi. Pengetahuan dan pengamalan dinilai sangat fundamental bagi kehidupan, bagi siswa madrasah selama ini lebih baik.
Perbedaan akan lebih terlihat dari perilaku dan karakter secara umum, katanya. (ant/nam)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
2
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua