Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Asad Said Ali, mengatakan, bentuk dakwah yang harus diwaspadai dan dipantau adalah yang anti-Pancasila.
''Kalau dakwah yang mengajarkan terorisme, apakah itu tidak anti-Pancasila?" ujar Asad di sela bedah buku 'Negara Pancasila, Jalan Kemaslahatan Berbangsa' di President University, Kawasan Industri Jababeka, Selasa (25/8).<>
Asad menjelaskan, dalam hubungan antara negara dan agama, negara tidak berhak mencampuri urusan internal agama tersebut. Karenanya, dalam pengawasan dakwah pun Indonesia dapat mengikuti model pengawasan dakwah di Mesir.
Menurut Asad, di Mesir pengawasan dakwah dilakukan oleh lembaga-lembaga dakwah yang ada di masyarakat. ''Oleh karena itu kita berharap organisasi dakwah seperti NU dan Muhammadiyah bisa berperan dalam mengawasi munculnya gerakan terorisme di masyarakat,'' jelasnya.
Asad memaparkan, kelompok teroris yang beroperasi di Indonesia merupakan kelompok sempalan Jamaah Islamiyah asal Mesir. Di negara asalnya sendiri, Jamaah Islamiyah sudah diberantas habis. ''Karena itu tak salah mengacu kepada proses pengawasan dakwah di Mesir mengingat akar kelompoknya sama,'' tegasnya. (c15/mad)
Terpopuler
1
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
2
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
3
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
4
Di KTT BRICS, Prabowo Dorong Global South Bersatu
5
Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
6
Data Antrean Haji Dibersihkan, Masa Tunggu Faktual Diperkirakan 14-15 Tahun
Terkini
Lihat Semua