Buku-buku sastra unggulan Indonesia dicetak kembali secara ekslusif oleh Balai Pustaka. Sebanyak delapan karya sastra klasik Indonesia diterbitkan dalam edisi Indonesian Cultural Heritage seri satu.
Kedelapan judul buku sastra unggulan Balai Pustaka itu adalah Siti Nurbaya, Azab dan Sengsara, Atheis, Salah Pilih, Habis Gelap Terbitlah Terang, Layar Terkembang, Salah Asuhan, dan Dari Ave Maria Menuju Jalan Lain ke Roma.<>
Buku-buku sastra klasik itu dikemas dengan desain up to date dan ekslusif. Bedah buku serial Indonesian Cultural Heritage dilakukan di Jakarta, Sabtu (11/7) sore. Di acara ini juga akan dihadirkan ikon buku Azab dan Sengsara, Yuni Shara dan Tio Pakusadewo, sebagai ikon buku Atheis.
Budayawan dan sastrawan Taufik Ismail mengatakan, dengan membaca karya-karya pusaka penulis-penulis ternama Indonesia, masyarakat jadi lebih mengenal panorama persoalan di Indonesia yang disajikan sebagai karya literer, mengetahui pertumbuhan sebagai manusia Indonesia dan suara hati bangsa, serta melengkapi pandangan kita ke masa depan negeri ini.
Indonesian Cultural Heritage, demikian balaipustakaonline.com, merupakan suatu produk buku sastra klasik milik PT Balai Pustaka (Persero) yang dalam hal ini di rintis oleh UBS_Media Kreatif. (nam)
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua