Para buruh dan pekerja perempuan harus meningkatkan keterampilannya dalam bekerja. Pasalnya, sejumlah masalah yang menimpa mereka merupakan akibat kurangnya keterampilan yang dimiliki. Hal itu pula yang menyebabkan mereka kerap terpinggirkan.
Pendapat tersebut dikemukakan Ketua Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Nurhasanah, di sela-sela bedah buku “Insya Allah” di Tegal, Kamis (1/5). Demikian dilaporkan Kontributor NU Online, Wasdiun.<>
Nurhasanah mengatakan, pihaknya telah berupaya meningkatkan keterampilan kaum buruh dan pekerja perempuan di daerrahnya dengan mengikutsertakan mereka pada pelatihan keterampilan bagi perempuan ekonomi lemah.
Ia menjelaskan, setiap semester, pihaknya mengirimkan 15 peserta dalam pelatihan yang dipusatkan di Kendal. Adapun materi pelatihannya meliputi tata boga, tata busana dan tata rias. “Sejak program ini diluncurkan tahun 2003, telah meluluskan 162 peserta,” tuturnya.
Melalui program itu, selain untuk meningkatkan derajat kaum buruh, juga dengan bekal keterampilan, para perempuan muda diharapkan tidak terjerumus dalam dunia prostitusi. “Bila perempuan tidak memiliki bekal ketrampilan, dikhawatirkan terjerumus jadi PSK (perempuan seks komersil),” ucapnya.
Tahun 2008, pihaknya mencanangkannya sebagai tahun vokasi sekolah kejuruan. “Kalau satu anak terampil, maka bisa menularkannya kepada 10 anak lainnya. Makin tinggi sumber daya manusia buruh, maka posisi pekerjaannya pun akan mulia pula,” terangnya. (rif)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
5
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
6
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
Terkini
Lihat Semua