Jakarta, NU.Online
Presiden Amerika Serikat George W. Bush menegaskan perang yang dilancarkannya terhadap teror bukan perang melawan Islam, namun teroris-teroris Muslim telah membajak sebuah "agama besar."
"Perang kita bukan terhadap keyakinan Muslim," kata Presiden Bush dalam konferensi pers mendadak yang di adakan di halaman belakang Gedung Putih Selasa.
<>"Kami menyambut kaum Muslim di negara kami," tambah Presiden Bush yang menambahkan pada Selasa petang waktu setempat ia akan mengadakan acara buka puasa bersama dengan sejumlah pemimpin Muslim yang akan diundang ke Gedung Putih. Acara buka puasa bersama itu diselenggarakan untuk menandai permulaan bulan suci Ramadhan, kata pemimpin Amerika itu.
Menjawab pertanyaan wartawan, Bush menggarisbawahi rakyat Amerika merasa kaum teroris merupakan orang-orang yang telah membajak sebuah agama besar. Bush mengambil kesempatan itu untuk meralat ucapan seorang jenderal AS yang menyamakan perang itu sebagai pertempuran Kristen - Islam.
Bush mengatakan pandangan Jenderal William Boykin tersebut bukan pencerminan dari pemerintahannya. (Itu) tak mencerminkan pandangan saya ataupun pemerintahan saya. Perang kami bukan melawan keyakinan Muslim," tandasnya.
"Di Amerika kami menyintai fakta bahwa masyarakat kami terbuka di mana orang bisa bersembahyang secara terbuka ataupun sama sekali tak bersembahyang," katanya.
Pernyataan Bush tersebut disampaikan saat masuk laporan dari Irak tentang kembali tewasnya empat tentara AS karena serangan gerilya di Fallujah. Serangan lainnya menewaskan seorang tentara Inggris di Basrah, selain tiga lainnya yang cidera.
Sehari sebelumnya, serangkaian ledakan bom di Baghdad menewaskan 42 orang, termasuk dua anak dan 19 wanita dan 216 orang cedera dalam serangan-serangan tersebut.
Serangan-serangan bom itu berlangsung dalam kurun waktu 45 menit dan ditujukan pada kantor Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan empat kantor polisi di kota tersebut.(Ant/BBC/CIh)
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua