Dalam rangka memperingati Hari Pengurangan Resiko Bencana se-Dunia, Ahad (23/11) kemarin Community Based Disaster Risk Managemen (CBDRM) NU menamam seribu pohon di lokasi gunung Spekul di Desa Pakusari, Kec. Pakusari, Jember.
Sektiar 250 Santri Siaga Bencana (SSB) bahu-membahu menamam pohon jenis Mahoni dan Sengon di lereng gunung yang sudah gundul itu. Penanaman pertama dilakukan oleh Wakil Manajer CBDRM-NU, M. Shulton, dilanjutkan oleh Sekretaris PCNU Jember, H. Alfan Jamil, serta beberapa pengurus NU yang lain, termasuk M. Hafidi Cholis, ketua panitia lokal.<>
Menurut Alfan Jamil, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian NU dan CBDRM terhadap lingkungan hutan. Dikatakannya, saat ini hutan sudah begitu parah dijarah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga mengakibtakan hutan gundul.
“Kalau sudah gundul, maka akibatnya juga mendera warga yang tidak bersalah. Ini kan ironis,” katanya.
Selain penanaman pohon, pihaknya juga telah merekrut dan melatih kader siaga bencana di lima kecamatan rawan banjir. Sehingga ketika banjir datang, kader-kader yang disebut Santri Siaga Bencana itu, dengan cepat akan memberi pertolongan kepada korban banjir.
“Mereka sudah kami rekrut beberapa bulan yang lalu. Dan itu juga hasil kerjasama dengan CBDRM,” jelas dosen Fisip, Universitas Jember itu.
Penamanan pohon tersebut merupakan puncak acara peringatan Hari Pengurangan Resiko Bencana se-Dunia berlangsung selama dua hari.
Sebelumnya juga digelar berbagai acara, antara lain lomba musik patrol, lomba hadrah, lomba melukis, mewarnai, Pildacil, pameran foto bencana, pemutaran film pengurangan resiko bencana dan bakti sosial. Semua kegiatan itu dipusatkan di halaman SMP Islam Bustanul Ulum.
“Kita mencoba melibatkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan ini agar masyarakat tahu betul dampak dari penggundulan hutan, berikut cara memberikan pertolongan korban,” ungkap Hafidi. (ary)
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
3
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
4
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
5
Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Al-Fatah karena Palsukan Data Dam dan Badal Haji
6
Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif
Terkini
Lihat Semua