Shanghai, NU Online
China dan Rusia yang menjadikan Iran sebagai mitra penting hubungan ekonomi negaranya mengatakan, Iran memiliki hak penuh atas teknologi nuklir. Kedua negara itu kembali meneguhkan sikapnya untuk mendukung program pengayaan uranium Iran untuk misi sipil.
Dalam pertemuan di Shanghai, Kamis (15/6), forum negara-negara Asia Tengah yang dipimpin China dan Rusia bertekad meningkatkan hubungan ekonomi dan keamanan menyusul pernyataan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang mengingatkan negara-negara anggotanya mewaspadai kekuatan-kekuatan asing yang ingin berkuasa.
<>�Semua negara, termasuk Iran, punya hak memanfaatkan teknologi tinggi (nuklir), tetapi mereka harus menggunakannya dengan cara yang tak menimbulkan kekhawatiran sebagian masyarakat internasional,� ungkap Presiden Rusia Vladimir Putin saat akan memulai pertemuan khusus dengan Ahmadinejad di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tahunan Organisasi Kerjasama Shanghai (Shanghai Coopertation Organization/SCO).
Sementarai itu, Ahmadinejad menyatakan bahwa pihaknya menghargai sikap Rusia dalam isu nuklir Iran. �Posisi kami (Iran dan Rusia) sudah jelas dan sangat dekat satu sama lain.�
Rusia dan China menentang usulan AS dan sekutu-sekutu Eropanya untuk menekan Iran agar segera membekukan program pengayaan uraniumnya melalui pemberlakuan Pasal 7 Piagam PBB, yang berarti bisa menjatuhkan sanksi kepada Iran dan bahkan serangan militer jika Iran masih tetap melanjutkan aktifitas nuklirnya.
Sumber AP dan AFP melaporkan, Ahmadinejad beserta sejumlah pemimpin negara dari Pakistan, India, dan Mongolia mendapat kehormatan khusus sebagai tamu dalam pertemuan kelompok negara-negara yang terdiri atas China, Rusia, dan empat negara Asia Tengah (Kazakhstan, Kirgystan, Tajikistan, dan Uzbekistan).
Sementara itu, sejumlah pengamat mengatakan bahwa Teheran menghendaki agar ada perubahan dalam paket internasional yang diprakarsai oleh trio negara Eropa (Perancis, Inggris, dan Jerman).
�Sudah tiba saatnya bagi Iran mengajak Rusia dan China untuk mengurangi tekanan negara-negara Barat kepada Teheran,� ungkap pengamat politik Davoud Hermidas Bavand.
�Nampaknya Ahmadinejad akan mendesak Moskow dan Beijing untuk mengikuti kebijakan yang independen dan tidak mengarah ke langkah AS,� ungkap pengamat lainnya Mostafa Kayakebian.
Kayakebian juga mengatakan, Ahmadinejad saat ini berusaha mencari dukungan yang menjamin hak-hak negaranya untuk mengembangkan program nuklir untuk tujuan damai. (dar)
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
3
Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini
4
Gempa M7,7 di Mindanao Filipina, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng
5
Gelar Konfercab X, PCINU Australia-New Zealand Tegaskan Wajah Diaspora NU yang Inklusif dan Bermanfaat
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua