Darul Kutub Tak Mampu Tarik Semua “Kitab Bajakan” dari Peredaran
NU Online · Rabu, 16 September 2009 | 11:05 WIB
Penerbit kitab terkemuka Lebanon Darul Kutub Al-Ilmiyah yang telah melakukan ’pembajakan’ atas kitab Sirajut Thalibin karya Syekh KH Ihsan bin Dahlan Jampes, Kediri, menyatakan tidak bisa menarik semua kita yang telah diterbitkan dan tersebar ke beberapa negara Muslim di dunia.
Direktur Darul Kutub Ali Baydoun kepada Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon menyatakan hanya mampu menarik kitab-kitab yang masih ’dalam jangakaunnya’, itu pun dengan kalimat ’semampu kami’.<>
”Dirinya beralasan bagaimana bisa DKI (Darul Kutub Ilmiyah) menarik peredaran kitab-kitab tersebut dari toko-toko di berbagai negara atau dari para pembaca,” kata Ketua PCINU Muhamad Zainal Aziz kepada NU Online beberapa waktu lalu melaui saluran telpon.
Dalam surat resmi bernomor 7629 tertanggal 11 September 2009 ini tentang permintaan maaf kepada PBNU, pihak Darul Kutub menyatakan, pemalsuan nama dan penggantian beberapa bagian isi kitab itu hanya dilakukannya pada terbitan edisi kedua. Sementara edisi pertama telah menyantumkan nama penulis yang sebenarnya.
Dalam surat itu Darul Kutub Al-Ilmiyah juga menyertakan copy sampul dan halaman pertama kitab Sirajut Thalibin edisi ketiga yang telah mencantumkan nama yang benar.
Namun, menurut Zainal Aziz, yang melihat langsung proses pencetakan edisi ketiga Sirajut Thalibin di kota kecil dekat Beirut menyatakan, cetakan ketiga itu belum memuat pengantar dari pendiri NU KH Hasyim Asyari yang ada dalam kitab aslinya. ”Mereka berkilah bahwa taqridhoh atau pengantar semacam itu tidak penting khsusnya di dunia Arab,” katanya. (nam)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
2
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua